Ridwan Kamil Akan Desain Sendiri Stasiun Tegalluar KCJB

Stasiun Tegalluar akan terpadu dengan jaringan kereta api eksisting, sehingga bisa terhubung langsung dengan Stasiun Bandung yang berada di Jalan Kebon Kawung, pusat kota Bandung.
Rivki Maulana | 14 Mei 2019 12:36 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (tengah) bersama Menteri BUMN Rini M. Soemarno (kedua dari kanan) saat meninjau Terowongan Walini, Kabupaten Bandung Barat. - Rivki Maulana

Bisnis.com, NGAMPRAH, Bandung Barat -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bakal membuat sendiri desain stasiun kereta cepat Bandung Jakarta (KCBJ)  di  Tegalluar, Gedebage, Kota Bandung. Stasiun ini akan terhubung langsung dengan jaringan kereta eksisting ke pusat Kota Bandung.

Ridwan mengatakan  Stasiun Tegalluar akan berada persis di samping Masjid Agung Al Jabbar Provinsi Jawa Barat. "Pak Gubernur nanti akan desain sendiri karena ini terlalu istimewa," ujarnya saat acara seremoni penembusan terowongan Walini, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/5/2019).

Untuk diketahui, sebelum menjabat Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung, Ridwan merupakan seorang arsitek. Saat menjabat Walikota Bandung, Ridwan juga sempat mendesain Masjid Raya Sulawesi Selatan atau Masjid 99 Kubah. Masjid itu dibangun di atas lahan reklamasi di kawasan Centre Point of Indonesia, Makassar.

Ridwan menuturkan, Stasiun Tegalluar akan terpadu dengan jaringan kereta api eksisting, sehingga bisa terhubung langsung dengan Stasiun Bandung yang berada di Jalan Kebon Kawung, pusat kota Bandung. Untuk menghubungkan dua stasiun tersebut, rencananya akan dioperasikan kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Secara umum, Ridwan berharap keberadaan kereta cepat bisa merangsang pertumbuhan kota-kota baru di sepanjang trase 142 kilometer. Kereta cepat yang memangkas waktu perjalanan dari 3 jam menjadi 45 menit menurut Ridwan bakal menciptakan aglomerasi baru.

"Jadi bukan tidak mungkin, rumahnya di Walini, kerjanya di Sudirman-Thamrin [Jakarta]," tukasnya.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwi Putra sebelumnya menyebut, konstruksi kereta cepat dijadwalkan rampung pada akhir 2020 sehingga bisa beroperasi pada April 2021. Operasional kereta cepat bakal memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung dari 3 jam menjadi 45 menit. Proyek ini juga bakal menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

"Progres 59 persen, semua pekerjaan struktur, termasuk tunnel 4 di Purwakarta dan tunnel Walini kami targetkan selesai tahun ini."

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
proyek kereta cepat jakarta-bandung

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup