Tidak Hanya Trans-Jawa, Jalan Tol Trans-Sumatra Siap Dilalui Pemudik

Perencanaan dan persiapan menjelang pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019, benar-benar dilakukan secara matang, detail, dan penuh perhitungan.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  11:58 WIB
Tidak Hanya Trans-Jawa, Jalan Tol Trans-Sumatra Siap Dilalui Pemudik
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan jalan tol di wilayah Trans-Sumatra siap digunakan masyarakat untuk melayani arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan bahwa perencanaan dan persiapan menjelang pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019, benar-benar dilakukan secara matang, detail, dan penuh perhitungan.

“Perintah Presiden Jokowi sangat jelas. Dari tahun ke tahun, pelayanan mudik untuk masyarakat harus ada peningkatan. Untuk itulah kami memonitor dan memantau persiapannya supaya dapat berjalan sebaik-baiknya. Termasuk di dalamnya kami mewaspadai potensi macet di Trans-Sumatra. Perlu antisipasi,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (14/5/2019).

Moeldoko melakukan pemantauan lapangan pelayanan bagi pemudik yang akan menggunakan jalan tol Trans Sumatra termasuk penyeberangan Merak – Bakauheni.

Rute itu menjadi perhatian utama, teristimewa karena pada Lebaran 2019, pertama kalinyajalan tol Trans-Sumatra terhubung dari Lampung hingga Sumatra Selatan, melalui ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang. 

Dengan terwujudnya jalan tol Trans Sumatra, jarak dari Lampung menuju Palembang yang dulu ditempuh antara 10 hingga 12 jam melalui Jalan Raya Lintas Timur Sumatra kini terpangkas menjadi 5 sampai 6 jam saja melalui jalur tol.

Deputi I KSP Darmawan Prasodjo mendapat tugas dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk mengoordinasikan dan menyinergikan pengelolaan arus mudik Lebaran 2019.

Darmawan Prasodjo menegaskan, dengan pola transportasi baru ini, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) pun memegang peran amat penting. 

“ASDP menjadi tulang punggung utama bertemunya dua kekuatan ekonomi Indonesia, Jawa dan Sumatera. Apalagi tahun ini diperkirakan pemudik melalui Merak-Bakauheni meningkat hingga 15 persen,” kata Darmawan. 

Pada 2018, jumlah pemudik pada kondisi puncak Lebaran (H+3) di penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini mencapai 144.647 Orang, melayani 17.205 kendaraan roda empat dan 14.249 kendaraan roda dua.

Darmawan pun mengapresiasi langkah PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatra yang memberdayakan warga lokal sepanjang ruas tol untuk menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, moeldoko

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top