SKK Migas Sebut Peluang Pencarian Blok Baru di Sumatra Terbuka

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan temuan minyak dan gas bumi di Blok Sakakemang membuka peluang pencarian di wilayah Sumatra Selatan.
David Eka Issetiabudi | 14 Mei 2019 19:26 WIB
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan temuan minyak dan gas bumi di Blok Sakakemang membuka peluang pencarian di wilayah Sumatra Selatan. 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ada potensi temuan di sekitar Sakakemang, tetapi perlu dipastikan dengan pengeboran terlebih dahulu. 

"Iya kan harus gitu, kalau sudah siap [kepastian] kami publikasikan," katanya di Kementerian ESDM, Senin (13/5/2019).

Selain itu, dia juga mengamini ada prospek temuan cadangan migas baru di Blok Corridor yang dikelola ConocoPhillips.

Terpisah, Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan temuan potensi migas yang tidak jauh dari Blok Sakakemang memiliki karakteristik fracture basemenet. Menurutnya, kesamaan karakteristik dengan sumur Kaliberau Dalam (KBD-2X) yang didominasi gas bumi.

Jika merujuk temuan di sumur KBD-2x, maka potensi temuan migas di yang masih berada dalam tahap assesment ini cukup besar. Pasalnya, cadangan migas di KBD-2x sebesar 2 trillion cubic feet (TCF).

“KBD-2X lumayan 2 TCF,sedikit lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia Deepwater Development, atau lebih besar dari JTB (Jambaran-Tiung Biru). Potensi ini memberi harapan bahwa supply gas di Sumsel masih tumbuh,” katanya.

Baik Dwi ataupun Sukandar enggan memberikan penjelasan lebih dalam terkait temuan tersebut. Akan tetapi, dapat dipastikan potensi temuan migas didapatkan di lapangan eksplorasi. 

Selain di wilayah tersebut, Sukandar juga menyebutkan area migas lainnya yang sudah terbukti cadangan migasnya.

Area migas tersebut tersebar mulai dari Sumatra Utara, Sumatra bagian tengah, Sumatra Selatan, Jawa Timur dan, lepas pantai Tarakan, lepas pantai Kutai, lepas pantai Buton, Selat Makassar, Papua bagian utara, Bird’s Body, serta Warim.

"Totalnya 10 blok, mulai dari Papua sampai di Aceh. Dari 10 ada dua yang terbukti. Pertama, di KBD-2X , di sebelah situ ada discovery lagi tapi belum bisa di publikasikan," tambahnya.

Sukandar menambahkan temuan migas di wilayah Blok Coastal Plain and Pekanbaru (CPP) juga perlu dibuktikan lebih dalam. Di area migas itu, SKK Migas masih memerlukan informasi yang lebih dalam terkait potensi minyak yang ada. Terkait potensi gas bumi yang perlu ditindaklanjuti adalah area migas di ujung Papua atau Warim.

"Di Papua nugini kan ada fasilitas produksi LNG, sumur besar dan produksinya besar. Nah di Papua ini masih ada prospek, ConocoPhillips pernah di situ, tapi masalah keamanan mereka keluar," tambahnya.

Terkait temuan migas di Sakakemang, SKK Migas menyatakan sudah ada 4 sumur eksplorasi yang berhasil menemukan migas, yakni Sumur Pauman-1 di Blok South Betung (Jambi), Benewangi-J1X di Blok CPP (Riau), Randuwangi-1 di Jatibarang (Jawa Barat) dan MSBY-03 di Blok Malacca Strait (Riau).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas, blok migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup