PLN Kejar Realisasi Penyambungan Listrik ke 11.000 KK di NTT

PT PLN (Persero) selama 2019 menarget akan memberikan sambungan listrik gratis kepada 11.000 kepala keluarga berkatagori tidak mampu di NTT untuk mempercepat ratio elektrifikasi.
Ni Putu Eka Wiratmini | 14 Mei 2019 13:33 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) selama 2019 menarget akan memberikan sambungan listrik gratis kepada 11.000 kepala keluarga berkatagori tidak mampu di NTT untuk mempercepat ratio elektrifikasi.

Adapun ratio elektrifikasi (RE) di NTT masih di bawah 90%. Selama ini kendala dalam upaya penyambungan listrik di NTT adalah tidak tersedianya jaringan tegangan rendah yang mengaliri listrik ke calon pelanggan.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Abumanan mengatakan pihaknya pun menambahkan infrastruktur baru berupa Jaringan Tengangan Menengah dan Tengangan Rendah lengkap dengan trafo distribusi untuk menghadapi kendala tersebut. Sementara dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sistem interkoneksi, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Ruteng - Bajawa.

Transmisi 70 kV tersebut akan melewati beberapa kabupaten di NTT yakni Manggarai Timur (Bojong) - Nagekeo, Ende (Kampung Ropa), Maumere, Wairita, dan Kabupaten Larantuka.

"Upaya inilah yang harus dilakukan PLN mengingat sebagian dari warga yang akan mendapatkam sambungan gratis belum tersedia jaringan listriknya," katanya, seperti dikutip dalam rilis, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, dengan pertimbangan kondisi selama pembangunan SUTT 70 kV di jalur Ruteng - Ropa, PLN optimis penyambungan listrik tersebut dapat diselesaikan hingga akhir 2019. Pembangunan SUTT 70 kV Sistem Flores dari ujung barat hingga ujung timur memiliki panjang lintasan yang mencapai 600 kilometer sirkuit (kms).

Dia mengatakan dalam jangka pendek yakni tepatnya pada kuartal III/2019 seksi Ruteng - Bejawa akan dapat dioperasikan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi terutama dari sisi geografis pulau yang berlembah menyulitkan pengangkutan material listrik seperti tiang, kawat, maupun tarfo.

"Upaya PLN tersebut merupakan wujud pemerataan pembangunan di sektor kilistrikan agar infrastruktur listrik di NTT guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan bahkan juga pengembangan industri dan pariwisata," katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup