Kemenperin: Partisipasi IKM dalam INDI 4.0 Akan Meningkat Tahun Depan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan menggenjot partisipasi industri kecil dan menengah (IKM) dalam penilaian mandiri Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) pada tahun depan
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  22:20 WIB
Kemenperin: Partisipasi IKM dalam INDI 4.0 Akan Meningkat Tahun Depan
Ketua Umum Koperasi Batur Jaya Ceper Badrul Munir, Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin Gati Wibaraningsih, Menperin Airlangga Hartarto, Bupati Klaten Sri Muljani, Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono seusai Kick Off IKM dalam Rantai Pasok Industri Otomotif di sentra industri logam Ceper, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (22/3 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan menggenjot partisipasi industri kecil dan menengah (IKM) dalam penilaian mandiri Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) pada tahun depan. Kemenperin menilai IKM memiliki beberapa tantangan dalam mengimplementasikan industri 4.0 yaitu kepercayaan diri dan teknologi produksi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan pihaknya akan menggenjot partisipasi dari beberapa sektor seperti sektor IKM otomotif, IKM pangan, IKM kerajinan, dan IKM makanan dan minuman (mamin). Seperti diketahui, IKM mamin mendominasi jumlah IKM di dalam negeri atau sekitar 6 juta unit IKM.

“Sebanyak 10% targetnya [dari total IKM yang ada]. Tidak apa-apa lah, target itu harus tinggi,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).

INDI 4.0 yang diluncurkan pada awal kuartal II/2019 diikuti oleh 326 unit usaha dengan unit usaha dengan partisipasi terbanyak datang dari sektor otomotif atau sebanyak 196 unit usaha. Kemenperin berpendapat sektor otomotif merupakan sektor yang paling mudah untuk mengimplementasikan industri 4.0. Adapun, saat ini terdapat sekitar 70 unit IKM komponen otomotif yang tengah mengikuti lokakarya penerapan industri 4.0 pada komponen otomotif.

Gati berujar akan meluncurkan pilot project penerapan industri 4.0 bagi industri IKM komponen otomotif. Gati berharap setidaknya ada 20 dari 70 unit IKM komponen otomotif tersebut yang dapat mengikuti pilot project nantinya.

Gati mengemukakan kepastian pasar merupakan salah satu komponen utama para IKM untuk mengimplementasikan industri 4.0. Namun demikian, menurutnya, tingginya volume penjualan mobil pada tahun lalu merupakan peluang pasar bagi IKM komponen otomotif.

Di sisi lain, lanjutnya, kementerian tengah mengklasifikasikan secara jelas besaran suatu unit industri berdasarkan investasinya. Hal tersebut, imbuhnya, akan membantu memudahkan dan meningkatkan anggaran kementerian dalam memberikan bantuan restrukturisasi mesin kepada IKM.

Untuk tahun ini, sambung Gati, kementerian menganggarkan Rp15 miliar dalam program restrukturisasi mesin tersebut. Dengan adanya klasifikasi yang jelas, pihaknya dapat mengetahui kebutuhan dan biaya mesin di tiap segmen industri.

“Kami akan ketemu sama beberapa asosiasi [industri otomotif] untuk membedakan itu, karena itu yang paling penting. Kalau sudah diklasifikasikan, anggaran restrukturisasi [bantuan mesin] bisa ditingkatkan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikm

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top