OBG dan InfraCo Asia Kerjasama Investasi Infrastruktur di Asia

Oxford Business Group Oxford Business Group (OBG) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Private Infrastructure Development Group (PIDG) InfraCo Asia, dalam pengembangan infrastruktur di Asia Selatan dan Tenggara.
Mia Chitra Dinisari | 13 Mei 2019 19:44 WIB
Ilustrasi - Jembatan Progo di Kab. Temanggung, Jawa Tengah dalam perbaikan. - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Oxford Business Group Oxford Business Group (OBG) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Private Infrastructure Development Group (PIDG) InfraCo Asia, dalam pengembangan infrastruktur di Asia Selatan dan Tenggara.

Dalam perjanjian tersebut, OBG akan bermitra dengan InfraCo Asia untuk menyediakan informasi mengenai peluang dalam bidang infrastruktur dan investasi proyek di Asia. Informasi ini akan menjadi bagian dari platform dan konten editorial OBGyang menyediakan pembaca dan pelanggan OBG dengan informasi mendalam dan ruang lingkup yang lebih luas mengenai infrastruktur.

Allard Nooy, CEO InfraCo Asia mengemukakan kemitraan tersebut akan menyediakan serangkaian informasi dan wawasan yang luas untuk para pemimpin bisnis yang bekerja di negara-negara Asia.

Melalui investasi dan upaya pengembangan proyek perusahaan, InfraCo Asia mendorong investasi sektor swasta dalam proyek infrastruktur berkelanjutan di Asia Selatan dan Tenggara.

"Pekerjaan kami dalam pengembangan infrastruktur di Asia memberikan kami pandangan yang tak tertandingi mengenai kondisi pasar dan praktik terbaik, dan kami senang dapat bermitra dengan OBG untuk membantu lebih banyak investor swasta memahami peluang dan risiko yang dihadapi. Peningkatan ketersediaan informasi mengenai kondisi sektor infrastruktur dan peluang proyek mendukung tujuan InfraCo Asia yaitu untuk mendorong investasi sektor swasta di sektor  infrastruktur Asia Selatan dan Tenggara. Kehadiran Oxford Business Group yang mapan di beberapa pasar utama kami menjadikannya mitra dan platform yang ideal untuk menyebarluaskan informasi dan wawasan yang relevan dari Asia, "ujar Nooy seperti dikutip dari siaran persnya.

Patrick Cooke, Editor Regional OBG di Asia juga menyambut baik kemitraan ini dan yakin bahwa sinergi dan kesamaan landasan antara kedua perusahaan dapat saling mendukung dalam pekerjaan masing-masing.

"Meskipun negara-negara di Asia memilikiproject pipelines yang ekstensif dan juga sejumlah inisiatif yang sangat penting untuk menciptakan konektivitas lintas batas, kurangnya pengembanganinfrastruktur khususnya di wilayah-wilayah tertentu merupakan hal yang dapat menimbulkan kekhawatiran. InfraCo Asia berupaya untuk mendapatkan dukungan dari sektor swasta untuk mengatasi kesenjangan pendanaan infrastruktur, sementara Oxford Business Group menyediakan analisis mendalam tentang solusi inovatif untuk tantangan sektorinfrastruktur di negara-negara berkembang tersebut. Saya senang bahwa penelitian kami mengenai peluang investasi yang belum dimanfaatkan di kawasan ini akan didukung oleh keahlian InfraCo Asia dan sumber daya tambahan lainnya, "ujar Patrick.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup