Pengguna Tol Jarak Jauh Bakal Mendapat Diskon

Diskon diberikan untuk pengguna jalan tol yang melintas di satu klaster penuh.
Rivki Maulana | 12 Mei 2019 23:28 WIB
Foto udara Tol Trans Jawa di Jembatan Kali Kuto, Batang, Jawa Tengah, Minggu (12/5/19). Berdasarkan survei Balitbang Kemenhub, Tol Trans Jawa yang saat ini beroperasi sepanjang 964 km dari Merak-Probolinggo diperkirakan akan dilalui sekitar 1,72 juta pemudik. - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA — Pengguna jalan tol jarak jauh di koridor Trans Jawa bakal mendapat potongan tarif sebesar 15% pada masa angkutan lebaran 2019 mendatang. Diskon diberikan untuk pengguna jalan tol yang melintas di satu klaster penuh (barrier to barrier).

Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemberian diskon akan dibahas antara Badan Usaha jalan Tol (BUJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Diskon akan diberikan untuk pengguna jalan tol yang menempuh satu klaster penuh melalui gerbang tol yang ditentukan operator.

"Saya appeal mereka untuk kasih diskon, nanti mereka bicarakan. Mudah-mudahan bisa," ujar Basuki di Jakarta, Jumat (10/5).

Untuk diketahui, diskon tarif tol sebesar 15% sudah diberikan operator kepada pengguna jalan tol sejak 21 Januari 2019. Sejak saat itu, seluruh jalan tol di koridor Trans Jawa resmi tersambung dan mulai memberlakukan tarif. Secara umum, koridor Trans Jawa dibagi ke dalam empat klaster yang mana diskon hanya berlaku klaster 2, klaster 3, dan klaster 4.

Di klaster 2, diskon diberikan untuk pengguna jalan tol yang masuk di GT Palimanan dan keluar di GT Kali Kangkung maupun sebaliknya. Sementara itu di klaster 3 dan klaster 4, diskon diberikan untuk pelintas di GT Banyumanik-GT Warugunung dan GT Kejapanan-GT Grati.

Dalam publikasi yang diterbitkan BPJT, tarif dengan jarak tempuh terjauh di koridor Trans Jawa, yakni Merak-Probolinggo dipatok Rp777.500 untuk kendaraan golongan I. Adapun tarif pelintas Jakarta-Probolinggo dibanderol Rp727.500. Simulasi tarif ini tidak menghitung ruas Pasuruan-Probolinggo yang hingga 29 April 2019 belum menerapkan tarif.

Untuk diketahui, angkutan lebaran tahun ini akan dipadati pemudik yang menggunakan jalur darat, terutama jalan tol. Kementerian Perhubungan sebelumnya melansir, sebanyak 40% pemudik yang mengunakan jalur darat akan melintas di jalan tol dengan perkiraan 399.962 kendaraan.

Di sisi lain, PT Hutama Karya (Persero) bakal memberlakuan tarif di jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada 17 Mei 2019.

Kepala Cabang Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito mengatakan pembayaran tol hanya dilayani secara non tunai dengan kartu uang elektronik yang diterbitkan lima bank. Top up isi ulang kartu uang elektronik bisa dilakukan di ATM Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BCA. Pengisian juga bisa dilayani di jaringan toko ritel Indomaret dan Alfamart.

"Kami menghimbau pengguna jalan tol untuk mengisi saldo uang elektroniknya sesuai dengan tujuan agar tidak mengalami kendala pada gerbang-gerbang tol kami," tutur Hanung.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 305/KTS/M/2019, tarif tol dengan jarak tempuh penuh (Bakauheni s.d Terbanggi Besar) dipatok Rp112.500 untuk kendaraan golongan I, Rp168.500 untuk golongan II & golongan III, dan Rp224.500 untuk golongan IV & golongan V.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, mudik lebaran

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup