Pekan Depan, PLN Akan Umumkan Lima Mitra Proyek Wilayah Kerja Panas Bumi

Ada delapan mitra yang tertarik mengerjakan penugasan WKP PLN dan telah memasuki tahap prakualifikasi
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  09:00 WIB
Pekan Depan, PLN Akan Umumkan Lima Mitra Proyek Wilayah Kerja Panas Bumi
Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA—PT PLN (Persero) berencana mengumumkan lima mitra yang lolos prakualifikasi dalam pengerjaan proyek Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan pada pekan depan.

Vice President Energy Panas Bumi PT PLN (Persero) Aris Edi Susangkiyono mengatakan bahwa ada delapan mitra yang tertarik mengerjakan penugasan WKP PLN dan telah memasuki tahap prakualifikasi yakni PT Apexindo Pratama Duta, Ormat Technologies, Marubeni Corporation, Medco Energi, Halliburton, Green Energy Geothermal, Semesta Energi, dan  Itochu Corporation. Nantinya, lima dari delapan mitra tersebut akan diumumkan untuk memasuki tahap pra joint venture.

Aris mengakui PLN membutuhkan mitra yang memiliki kompetensi teknis dalam mengelola panas bumi sehingga kegagalan dapat diminimalisasi. Sesuai dengan PMK No.62/2017 tentang Pengelolaan Dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi Pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur, pemerintah hanya menanggung 50% biaya apabila terjadi risiko berupa ketidaklayakan data dan informasi panas bumi berdasarkan penilaian dari penilai independen.

“Jadi dengan mitra jika terjadi kegagalan yang akan membayar adalah mitra,” katanya kepada Bisnis, Kamis (9/5/2019).

Aris mengatakan bahwa keberlanjutan kemitraan tersebut, kembali ditentukan dengan berminat tidaknya mitra untuk mengerjakan proyek WKP yang ditawarkan. Nantinya, kelima mitra tersebt akan mengerjakan delapan proyek WKP yang telah ditugaskan ke PLN.

Adapun WKP tersebut adalah Songa Wayaua di Maluku Utara berkapasitas 10 MW, Atedei berkapasitas 5 MW di NTT, Gunung Sirung 5 MW di NTT, Gunung Tangkuban Perahu 55 MW di Jawa Barat, Oka Ile Ange 10 MW di Pulau Flores, Gunung Ungaran 55 MW di Jawa Tengah,  Kepahiang 110 MW di Bengkulu, Danau Ranau 40 MW di Lampung. Delapan proyek tersebut saat ini sedang memasuki tahap pra studi kelayakan.

Saat ini, PLN telah mengelola dua WKP yakni Ulumbu di Flores yang beroperasi sejak 2012 dengan kapasitas 4x2,5 MW dan Mataloko berkapasitas 3 MW di Pulau Ende yang beroperasi sejak 2011. PLTP Ulumbu dan Mataloko masing-masing memiliki 3 sumur dan 6 sumur.

PLN saat ini juga sedang melakukan studi kelayakan pada WKP Tulehu di Ambon berkapasitas 2 x 10 MW dengan melakukan pemboran. Adapun pemboran di WKP Tulehu telah dilakukan sejak tahun lalu dan hasilnya masih direview sebelum nantinya dioperasikan untuk pembangkitan. 

“PLTP Ulumbu telah memiliki transmisi yang mengalirikan listrik ke wilayah Flores seperti Pulau Labuan Bajo,” katanya.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top