Pembangkit Listrik Berkapasitas 458 MW Beroperasi Selama Kuartal I/2019

Proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 458 megawatt telah beroperasi secara komersial dan memiliki surat laik operasi selama kuartal I/2019.
Ni Putu Eka Wiratmini | 10 Mei 2019 10:06 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 458 megawatt telah beroperasi secara komersial dan memiliki surat laik operasi selama kuartal I/2019.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyampaikan bahwa selama 2019, PLN menargetkan pembangkit listrik dengan total kapasitas 4.023 megawatt (MW) akan beroperasi sepanjang tahun ini.

Artinya, realisasi kuartal I/2019 baru mencapai 11,3% dari target pengoperasian pembangkit listrik pada tahun ini.

Khusus pada Maret 2019, realiasi pem­bangkit yang sudah beroperasi komersial dan memiliki sertifikat laik operasi sebesar 76,84 MW. Proyek tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Gili I berkapasitas 2,34 MW, PLTD Gili Genting (2,3 MW), PLTD Sapeken (2,34 MW), PLTD Mandangin (2,34 MW), PLTD Sapudi (4,68 MW), dan PLTD Kangean (7,8 MW).

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang (18,66 MW), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima Unit 2 dan 3 (35,38 MW), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sita-Borong (1 MW).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019—2028, kapasitas PLTMG Bima Unit 2 dan 3 telah mengalami penyesuaian dari 33,33 MW menjadi 35,38 MW.

Penyesuaian juga dilakukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Merapi dari sebelumnya berkapasitas 80 MW pada RUPTL 2018—2027 menjadi 90 MW pada RUPTL 2019—2028. PLTP Sorik Merapi masih belum memasuki tahap konstruksi.

Realisasi ini meningkatkan pencapaian program megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW yang hingga Desember 2018 baru terealisasi 3.009 MW.

Hingga kuartal I/2019, realisasi megaproyek 35.000 MW yang sudah memasuki tahap operasi atau memiliki sertifikat laik operasi telah meningkat menjadi 3.467,1 MW.

Amir Rosidin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) mengatakan realiasi megaproyek 35.000 MW terus dikejar.

Sesuai dengan RUPTL 2019—2028, pembangkit listrik dengan total kapasitas 4.023 MW ditarget beroperasi pada tahun ini.

Menurutnya, dari program mega­proyek 35.000 MW yang ditargetkan terealisasi mengikuti pertumbuhan ekonomi, sebanyak 32.932 MW proyek pembangkit telah ditandatangai hingga Desember 2018.

Dari jumlah tersebut, 20.416 MW proyek pembangkit telah memasuki tahap konstruksi dan 3.009 MW pem­bangkit sudah beroperasi de­ngan memasuki tahap uji coba ope­rasi. Sebanyak 31% transmisi sudah ber­operasi, 38% dan 31% sisanya se­dang tahap konstruksi dan peren­ca­naan atau pengadaan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, pembangkit listrik

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup