Bawang Sudah Mahal, Giliran Harga Cabai Tembus Rp40.000

Harganormal cabai merah keriting dan cabai rawit hijau biasanya berada pada level Rp22.000/kg—Rp25.00/kg.
Yustinus Andri DP | 09 Mei 2019 11:07 WIB
Pedagang menunjukkan cabe kriting di Pasar Tradisional Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (2/5/2019). - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA — Masalah distribusi bahan pangan pokok lagi-lagi menghantui kestabilan harga saat Ramadan. Harga cabai kini mulai merangkak naik mengikuti harga bawang yang sudah terlampau mahal.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, setelah harga bawang putih dan bawang merah masih berada di level yang tinggi, harga cabai merah keriting dan cabai rawit turut merangkak naik. Dia menilai, pada awal periode puasa, kenaikan harga kedua komoditas cabai itu cukup tinggi.

“Kami sedang telusuri penyebab kenaikan harga komoditas cabai ini apa. Ada potensi di proses distribusi yang tidak disiapkan dengan baik sebab kabar terbaru yang kami terima, panen cabai masih aman. Sementara itu, untuk bawang merah memang persoalan distribusi menjadi kendala untuk awal puasa ini,” katanya kepada Bisnis, Rabu (8/5).

Dia mengatakan, harga normal cabai merah keriting dan cabai rawit hijau biasanya berada pada level Rp22.000/kg—Rp25.00/kg. Namun, saat ini harga kedua komoditas itu di sejumlah pasar sudah menembus Rp40.000/kg.

Menurutnya, pemerintah tidak siap dalam melakukan manajemen distribusi pangan menghadapi kenaikan konsumsi pada awal Ramadan tahun ini. Pasalnya, 3 hari sejak awal puasa hingga 2 pekan pertama bulan puasa, permintaan dari konsumen biasanya naik 60%.

Manajer Usaha dan Pengembangan Unit Pasar Besar Pasar Induk Kramat Djati Syarif Hidayatullah mengatakan, salah satu komoditas yang mengkhawatirkan adalah cabai merah keriting. Menurutnya, saat ini harga komoditas tersebut di Pasar Induk Kramat Djati sudah menembus Rp33.000/kg dan mengalami kenaikan secara signifikan selama sepekan terakhir.

“Untuk cabai merah keriting ini normalnya di pasar induk sekitar Rp20.000/kg. Namun, harga mulai di atas normal ketika sudah di atas Rp30.000/kg seperti saat ini,” jelasnya.

Dia menduga salah satu penyebabnya adalah distribusi yang terganggu. Menurutnya, tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi cabai merah, seperti di Jawa Tengah, membuat cabai yang dikirimkan mengalami penurunan kualitas.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia Tunov Mondro Atmojo mengatakan, di level petani saat ini harga cabai merah keriting dan cabai hijau masih rendah, yakni Rp14.000/kg—Rp15.000/kg. Menurutnya, harga di petani masih di bawah biaya pokok produksi sebesar Rp17.000/kg.

“Kami cukup heran kenapa di sejumlah pasar besar, terutama di Jakarta, harganya bisa melonjak tajam sebab di tingkat petani saja harganya cukup rendah. Saya melihat, kondisi ini disebabkan oleh kendala distribusi dari petani ke pasar dan konsumen. Pemerintah harus turun tangan ini,” katanya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari mengatakan, harga bawang merah seharusnya mulai mengalami penurunan pada awal puasa. Pasalnya, sejumlah sentra produksi seperti di kawasan pantai utara Jawa sudah mulai panen.

“Harapan kami, pemerintah membantu mendistribusikan bawang ke daerah yang mengalami kenaikan harga yang tinggi,” katanya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah mencapai Rp41.900/kg atau naik dari pekan lalu sebesar Rp35.350/kg. Sementara itu, harga cabai rawit mencapai Rp45.450/kg atau naik dari pekan lalu sebesar Rp41.450/kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cabai, harga pangan

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top