Perang Tarif Memanas, Rute Perdagangan ke AS Berubah

Perusahaan data perdagangan, Panjiva, melaporkan bahwa rute pengiriman barang ke Amerika Serikat (AS) berubah setelah adanya perang tarif dengan China.
Nirmala Aninda | 08 Mei 2019 10:51 WIB
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan data perdagangan, Panjiva, melaporkan bahwa rute pengiriman barang ke Amerika Serikat (AS) berubah setelah adanya perang tarif dengan China.

Impor produk AS dari China turun 13,5 persen pada kuartal pertama. Padahal impor dari Vietnam meningkat sebesar 37,2 persen dan dari Taiwan naik sebesar 19,3 persen.

Mengutip Reuters, Rabu (8/5/2019), untuk pengiriman produk lemari es, impor dari China turun 24,1 persen, tetapi kiriman dari Korea Selatan dan Meksiko masing-masing mengalami lonjakan sebesar 32 persen.

Impor ban dari China turun 28,6 persen sementara untuk pengiriman barang yang sama dari Vietnam melonjak 141,7 persen.

Analisis DBS tentang rantai pasokan Asia untuk produk yang terikat dengan pasar AS menunjukkan risiko terbesar muncul dari produk mesin dan peralatan listrik yang diproduksi Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Taiwan.

Menurut laporan DBS tersebut, ekspor mineral dan petrokimia Korea Selatan serta industri transportasi Indonesia turut terekspos dampak dari perubahan rute impor AS.

Sebuah penelitian oleh think-tank Center for Economic Policy Research menunjukkan, sekitar US$165 miliar dalam perdagangan telah hilang atau dialihkan untuk menghindari tarif.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup