Pascatelan Korban Jiwa, Perbaikan Jembatan di Tabanan Dihentikan

Diduga kondisi jembatan tidak kuat menahan urugan tanah sehingga membuat material tersebut longsor dan mengakibatkan dua warga jatuh dan tertimbun hingga diketahui meninggal.
Newswire | 08 Mei 2019 11:20 WIB
Petugas mengevakuasi korban tertimbun material jembatan yang jebol di Desa Perean, Tabanan, Bali, Selasa (7/5/2019). Musibah itu terjadi Selasa (7/5) sekitar pukul 07.30 Wita saat warga melakukan kerja bakti pengurugan jembatan yang jebol sehingga menewaskan dua warga setempat karena terperosok dan tertimbun material. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym - ama.

Bisnis.com, TABANAN--Aparat kepolisian dan BPBD Kabupaten Tabanan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengerjaan jembatan di Banjar Puseh, Desa Perean, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pascalongsor yang menewaskan dua orang Selasa, (7/5/2019).

"Kami memutuskan untuk menghentikan proyek pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut guna menghindari segala hal yang tidak diinginkan terjadi hingga kembali merenggut nyawa," kata Kapolsek Baturiti, Kompol Nyoman Sudiantara, di Baturiti, Tabanan, Rabu (8/5/2019).

Terkait timbulnya dua korban akibat jebolnya jembatan di TKP (tempat kejadian perkara), pihaknya telah melakukan berbagai koordinasi untuk menghentikan sementara proyek perbaikan jembatan yang menghubungkan dua dusun di wilayah Desa Perean, Tabanan itu.

"Selama proses evakuasi jasad korban, petugas kesulitan karena kondisi tanah dan beton penyangga menjepit korban, karena itu kami menurunkan puluhan petugas gabungan dengan dibantu warga untuk evakuasi di bawah jembatan sedalam kurang lebih 8 meter itu," katanya.

Saat proses perbaikan ini, diduga kondisi jembatan tidak kuat menahan urugan tanah sehingga membuat material tersebut longsor dan mengakibatkan dua warga yang berada di atasnya kemudian jatuh dan tertimbun hingga diketahui meninggal.

Sementara itu, Kepala BPBD Tabanan, Bali, I Gusti Ngurah Made Sucita, menjelaskan korban tertimbun material longsor yang berhasil dievakuasi oleh petugas dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian adalah I Wayan Budi (50) .

"Musibah robohnya jembatan tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia, yakni I Ketut Sudana (53) dan I Wayan Budi (50)," katanya tentang musibah yang terjadi pada Selasa (7/5) pukul 07.30 Wita itu.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup