Potensinya Masih Besar, BPJS Ketenagakerjaan Baru Jangkau 51 Juta Peserta

Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menuturkan rendahnya kepesertaan karena banyaknya peserta yang berasal dari sektor informal. 
Anggara Pernando | 06 Mei 2019 12:34 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat baru menjangkau 56% peserta atau 51 juta dari 91 juta angkatan kerja yang diperkirakan memenuhi syarat sebagai peserta atau eligible. 

Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menuturkan rendahnya kepesertaan karena banyaknya peserta yang berasal dari sektor informal. 

"Nah ini menjadi tantangan tersendiri bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa mendaftarkan atau mengikut sertakan pekerja sektor informal," kata Agus di Istana Wakil Presiden, Senin (6/5/2019). 

Seperti diketahui Undang-undang No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) mengamanatkan seluruh pekerja terdaftar pada BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Perlindungan menyeluruh atau universal coverage ini sendiri ditargetkan terlaksana paling lambat pada 31 Desember 2019. 

Menurut Agus, untuk mengejar target peserta ini pihaknya mengupayakan dengan menambah agen di tengah masyarakat.

"Kita sebut agen perisai. Mereka melakukan sosialiasi, edukasi, pendaftaran. Mereka ini kita berikan insentif. Saat ini sekitar 7,5% [dari iuran terkumpul]," katanya.

Agus menyebutkan baru ada 4.000—5.000 agen perisai yang tersebar di seluruh Indonesia. Para agen ini difokuskan untuk merekrut pekerja informal.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja, pekerja, bpjs ketenagakerjaan

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup