Pemerintah Segera Tangani Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu

Salah satu penanganan darurat yang diprioritaskan adalah pembersihan jalan yang tertimbun lumpur dan perbaikan infrastruktur jembatan rusak.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  08:24 WIB
Pemerintah Segera Tangani Kerusakan Akibat Banjir dan Longsor Bengkulu
Foto udara kawasan terdampak banjir di perumahan kawasan Balai kota, Bengkulu, Sabtu 27 April 2019). - Antara/David Muharmansyah

Bisnis.com,  JAKARTA--Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penanganan tanggap darurat pascabencana banjir dan longsor yang menimpa 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu pada Sabtu (27/4/2019).

Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tengah dipersiapkan agar kondisi sosial ekonomi dapat berangsur normal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Hari Suprayogi dan Direktur Preservasi Jalan, Ditjen Bina Marga Atyanto Busono berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah membahas penanganan darurat pascabencana banjir dan tanah longsor serta perbaikan infrastruktur jalan serta jembatan yang rusak di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.

Salah satu penanganan darurat yang diprioritaskan adalah pembersihan jalan yang tertimbun lumpur dan perbaikan infrastruktur jembatan rusak.

"Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi pengungsi, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah melakukan mobilisasi mobil tangki air, hidran umum, dan MCK portable," tutur Hari melalui siaran resmi yang diterima Bisnis, Rabu (1/5/2019).

Sejumlah infrastruktur yang rusak ditinjau untuk mempersiapkan penanganan selanjutnya, di antaranya dua lokasi longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah. Lokasi pertama yakni jalan Desa Taba Terujam KM 19, yang mengalami longsor sedalam 17 meter panjang 35 meter.

Lokasi kedua yakni tanah longsor di Desa Taba Penanjung KM 28 dengan ketinggian sekitar 50 meter dan panjang satu kilometer. Di atas lokasi longsor tersebut terdapat satu rumah yang hampir tergerus longsor.

Rombongan kemudian meninjau sejumlah jembatan yang rusak akibat diterjang banjir, diantaranya jembatan air Sungai Musi di Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang dan dua jembatan di Kabupaten Bengkulu Utara, yakni jembatan sungai Lias di KM 47 dan jembatan putus yang berada KM 74 tepatnya di PTPN-7 Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Untuk mendukung penanganan darurat, Kementerian PUPR melalui BPJN III Padang-Bengkulu Ditjen Bina Marga memobilisasi alat berat dan dump truck untuk melakukan pembersihan jalan yang tertimbun lumpur.

Bencana banjir dan longsor telah merusak akses jalan dan jembatan di beberapa titik lokasi di Provinsi Bengkulu, sehingga mengakibatkan terisolirnya beberapa daerah sehingga menyulitkan tim evakuasi dan bantuan menuju lokasi terdampak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top