Mengejar Ketertinggalan Indonesia Dalam Konstruksi 4.0

Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa keterbatasan infrastruktur merupakan penghambat daya saing. Dengan demikian, selama 5 tahun terakhir ini alokasi pembiayaan infrastruktur terus ditingkatkan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 30 April 2019  |  12:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Ikatan Alumni Teknik Sipil Katolik Parahyangan (IATS UNPAR) menyelenggarakan seminar konstruksi bertemakan "Indonesia Construction Conference on Construction 4.0: The Wake Up Call in Construction Industry".

Seminar ini dihadiri oleh para profesional pelaku industri konstruksi nasional dan internasional yang merupakan bentuk "wake up call" bagi semua pemangku kepentingan di industri konstruksi agar dapat bersama memajukan sektor ini sejalan dengan perkembangan industri 4.0

Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa keterbatasan infrastruktur merupakan penghambat daya saing. Dengan demikian, selama 5 tahun terakhir ini alokasi pembiayaan infrastruktur terus ditingkatkan.

Data Global Competitiveness Index 2017-2018 menunjukkan daya saing Indonesia menempati posisi 36, sedangkan daya saing infrastruktur berada pada posisi 52.

"Penerapan industri 4.0 ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang baik," tuturnya di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Hendrik Gosal Ketua Circle Construction Community sekaligus Ketua Panitia Inacons 2010 mengatakan babwa konstruksi merupakan salah satu sektor industri terbesar di dunia yang nilainya setara dengan 13% GDP Global, persentase yang kurang lebih sama dengan kontribusi industri konstruksi nasional terhadap GDP Indonesia.

"Transformasi digital yang terjadi di Industri konstruksi berjalan sangat lambat dibandingkan industri lainnya, oleh karena itu kami berinisiatif untuk menghadirkan sebuah konferensi sebagai bentuk kepedulian kamu terhadap industri konstruksi nasional dalam melakukan proses transformasi digital ini," paparnya.

Pembicara-pembicara yang turut hadir antara lain Boston Consulting Group, Driver Trett Singapore, Monnit Korea Co. Ltd, Taylor Thomson Whitting Sydney, Floth Australia, PT Wijaya Karya Beton, PT Wijaya Karya dan PT MRT Jakarta

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa konstruksi

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup