Penataan jalan Tol, ATI Gelar Rakor

infrastruktur selama 2 tahun ini luar biasa perkembangannya seperti pembangunan jalan tol Trans Jawa yang sudah tersambung hampir 1.000 Km dilanjut dengan tol Trans Sumatra.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 29 April 2019  |  12:35 WIB
Penataan jalan Tol, ATI Gelar Rakor
Ilustrasi - Gerbang tol Ngemplak, Ruas Solo--Ngawi. - Bisnis/Antara/Aris Wasita

Bisnis.com, JAKARTA-- Asosiasi Tol Indonesia (ATI) menggelar rapat koordinasi untuk pertama kalinya sejak dibentuk pada tahun 1998 lalu, untuk mendiskusikan topik topik yang sedang hangat agar menimbulkan keberimbangan dengan regulator.

Ketua Umum ATI Desi Arryani mengatakan bahwa selama 2 hari yakni 29 April - 30 April 2019 akan dilaksanakan rapat bersama 53 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Selama 2 hari kami adakan rakor ATI dengan 53 BUJT membahas beberapa topik meliputi seluruh aspek investasi, teknik dan operation serta pendanaan," tuturnya di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Menurut Desi,  infrastruktur selama 2 tahun ini luar biasa perkembangannya seperti pembangunan jalan tol Trans Jawa yang sudah tersambung hampir 1.000 Km dilanjut dengan tol Trans Sumatra.

Pencapaian itu menimbulkan tantangan dari sisi pendanaan karena membangun dalam tempo pendek dengan tol sepanjang itu.. Masih lagi muncul tantangan operasi, seperti bagaimana sinkornisasi atau penyambungan dengan tol dalam kota dan tantangan keorganisasian.

"Komunikasi hanya antara BUJT dan BPJT. Kami belum melibatkan stakeholder lain. Ke depan kami berharap akan berkembang rakor-rakor seperti ini yang akan kami laksanakan secara rutin," ujarnya.

Harapannya adalah adanya keberimbangan antara regulator dan investor. Dengan makin baiknya hubungan regulator pemerintah dan badan usaha, tentunya pembangunan di Indonesia akan terus makin berkembang dan yang menerima manfaatnya adalah masyarakat Indonesia itu sendiri.

Sebagai informasi, ATI adalah organisasi yang menaungi Badan Usaha Jalan Tol di Indonesia, dengan tujuan meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan jalan tol, menimbulkan iklim usaha yang kondusif dalam investasi di bidang jalan tol, meningkatkan tehnologi jalan tol, meningkatkan peran serta pemerintah di bidang pengembangan jalan tol, dan meningkatkan kemitraan sesama anggotanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top