Penurunan Pasokan Gas Pengaruhi Kinerja PGN Kuartal I/2019

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan kinerja kuartal I/2019 mengalami penurunan akibat gangguan pasokan gas dari Jawa Timur dan Blok Corridor.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 29 April 2019  |  09:07 WIB
Penurunan Pasokan Gas Pengaruhi Kinerja PGN Kuartal I/2019
Direktur PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso (tengah) didampingi Komisaris Utama Ign Wiratmaja Puja (kiri) berbincang sebelum menyampaikan paparannya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT PGN di Jakarta, Jum'at (26/4/2019). PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 2018 menghasilkan laba bersih yang tercatat menembus angka US305 juta, naik signifikan dibandingkan US197 juta pada periode 2017. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA—PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan kinerja kuartal I/2019 mengalami penurunan akibat gangguan pasokan gas dari Jawa Timur dan Blok Corridor.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menggambarkan kinerja kuartal I/2019 dipengaruhi adanya penurunan dari sisi volume gas. Menurutnya, adanya beberapa gangguan pasokan dari Jawa Timur.

“Dampak pada kuartal I/2019 besar, tapi akan kami perbaiki di kuartal berikutnya. Jadi akhirnya dapat mencapai target [kinerja],” tuturnya dalam konferensi pers RUPST 2019, Jumat (26/4/2019).

Februari lalu, pasokan gas dari ConocoPhillips di Blok Corridor mengalami penurunan karena adanya plan shutdown tahunan. Sementara itu, pasokan gas dari Jawa Timur juga mengalami gangguan. Diketahui, PGN mendapatkan pasokan gas dari Husky CNOOC Madura Limited (HCML).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan gangguan pasokan gas dari Jawa Timur, akan terjadi hingga Mei mendatang.

“Ada beberapa gangguan [Jatim] pada Januari, Februari, dan Mei juga ada gangguan,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya telah melakukan mitigasi untuk menjaga pasokan gas, seperti menerima pasokan LNG.

Tahun depan, PGN juga mendapatkan pasokan dari Santos Pty Ltd yang mengelola lapangan Meliwis (Madura Offshore). Sumber penyediaan gas dalam PJBG ini berasal dari Wilayah Kerja Penjual dari Lapangan Meliwis. Jumlah kontrak harian sejumlah 20,3 Bbtud dengan periode kontrak sejak tahun 2020 sampai dengan Agustus 2023.

Adapun penyaluran gas akan menggunakan East Java Gas Pipeline dan merupakan sinergi Sub Holding Gas dengan Pertagas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PGN

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top