Blok Sakakemang Ditargetkan Berproduksi Dalam Tiga Tahun

Dengan cadangan terbukti gas bumi di Blok Sakakemang mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (tcf), temuan Repsol ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.
Blok Sakakemang Ditargetkan Berproduksi Dalam Tiga Tahun David Eka Issetiabudi | 26 April 2019 13:51 WIB
Blok Sakakemang Ditargetkan Berproduksi Dalam Tiga Tahun
Ilustrasi bendera Repsol. - REUTERS/Paul Hanna

Bisnis.com, JAKARTA—Produksi pertama minyak dan gas bumi (first oil) dari Blok Sakakemang ditargetkan dapat terjadi dalam tiga tahun mendatang.

Kepastian tersebut didapatkan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar ke Kantor Pusat Repsol, di Madrid, Rabu (24/4/2019). Dalam keterangan resmi Kementerian ESDM Jumat (26/4/2019), Arcandra mengaku gembira bahwa Repsol punya komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang.

"Repsol memiliki komitmen untuk mempercepat produksi migas di Sakakemang dari 5 tahun menjadi kurang dari tiga tahun. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar upaya ini dapat terwujud," katanya.

Dia menjelaskan pemerintah akan mendukung percepatan proses produksi dengan memastikan persetujuan rencana pengembangan (POD) dengan cepat dan dukungan administratif lainnya.

Temuan Repsol di Blok Sakakemang menjadi salah satu temuan migas terbesar di dunia selama periode 2018-2019. Dengan cadangan terbukti gas bumi mencapai sekitar 2 triliun kaki kubik (tcf), temuan Repsol ini juga menjadi yang terbesar di Indonesia selama 18 tahun terakhir.

Selain membicarakan soal bisnis Repsol di Sakakemang, pemerintah dan Repsol juga membahas kemungkinan kerja sama pengembangan teknologi enhanced oil recovery (EOR) di beberapa blok migas di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
blok migas

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top