Go Food Klaim Sumbang Rp18 Triliun bagi Perekonomian Nasional

Layanan pesan antar makanan ini juga sejak pertama kali diluncurkan 2015, mampu tumbuh pesat dengan menggandeng hampir 400.00 mitra.
Dea Andriyawan | 26 April 2019 20:42 WIB
VP Regional GOJEK Jawa Barat dan Banten Becquini Akbar di Bandung, Jumat (26/4/2019). - Bisnis/Dea Andriyawan (k34)

Bisnis.com, BANDUNG — Gojek melalui GoFood-nya mengklaim mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, yakni dengan menyumbang sebesar Rp18 triliun.

Hal tersebut disampaikan VP Regional GoJek Jawa Barat dan Banten, Becquini Akbar di Bandung, Jumat (26/4/2019).

Becquini mengatakan, layanan pesan antar makanan ini juga sejak pertama kali diluncurkan 2015, mampu tumbuh pesat dengan menggandeng hampir 400.00 mitra.

Hal tersebut sekaligus menjadikan Go-Food sebagai layanan pesan antar makanan daring nomor satu di Indonesia bahkan Asia tenggara. “Sekitar 96% di antaranya merupkan pelaku UMKM kuliner,” kata dia.

Lebih jauh, Becquini menyebut tren perkembangan Go-Food di tingkat nasional juga terlihat di Jawa Barat dengan jumlah order yang tumbuh tiga kali lipat dalam periode yang sama. Selain itu, jumlah merchant pun tumbuh dengan pertumbuhan yang hampir 300%.

Melihat pertumbuhan positif ini, Go-Food optimis bisa memimpin pasar layanan pesan antar makanan di Asia Tenggara. Untuk mencapi target tersebut, menurutnya, Go-Food akan terus berinovasi dan memacu produktivitas merchant.

“Memasuki tahun keempat, Go-Food selalu berupaya menciptakan inovasi teknologi untuk mendukung para pelaku kuliner anak bangsa yang bergabung sebagai mitra merchant Go-Food untuk meningkatkan produktivitas usaha,” tandasnya. (k34)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, Go Food

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup