Gantikan Iwan, GMF AeroAsia Tunjuk Tazar Marta sebagai Plt. Dirut

Penunjukan tersebut merupakan dampak dari pengunduran diri Iwan, yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik dan Layanan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 April 2019  |  10:24 WIB
Gantikan Iwan, GMF AeroAsia Tunjuk Tazar Marta sebagai Plt. Dirut
Ilustrasi - Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) memeriksa hidrolik pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 - 300ER. - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. menunjuk Tazar Marta Kurniawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama menggantikan Iwan Joeniarto.


VP Corporate Secretary GMF AeroAsia Fidiarta Andika mengatakan penunjukan tersebut merupakan dampak dari pengunduran diri Iwan, yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik dan Layanan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar perusahaan.


"Sehubungan dengan lowongnya jabatan Direktur Utama, untuk menjalankan fungsi sampai dengan jabatan tersebut secara definitif terisi, maka telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama GMF yaitu Tazar Marta Kurniawan," kata Andika dalam siaran pers, Kamis (25/4/2019).


Dia menambahkan Tazar juga akan merangkap sebagai Direktur Bisnis & Base Operation GMF. Jabatan sebagai direktur utama telah efektif dijalankan sejak 24 April 2019.


Sebelumnya, berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tersebut, dilakukan pemberhentian dengan hormat terhadap I Wayan Susena sebagai Direktur Teknik dan Nicodemus P. Lampe sebagai Direktur Layanan, serta penyesuaian struktur direksi baru yang akan bertugas mendampingi Direktur Utama.


Dengan demikian, maka susunan Direksi Garuda sesuai hasil RUPST adalah sebagai berikut Direktur Utama IGN Askhara Danadiputra, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Teknik & Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, serta Direktur Keuangan & Manajemen Resiko Fuad Rizal.


Pihak manajemen emiten GIAA menilai perlu dilakukan perampingan organisasi agar lebih efisien. Di sisi lain, kewenangan dan tugas bidang layanan dan teknik memiliki keterkaitan, sehingga lebih baik dijadikan satu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rupst, gmf aeroasia

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup