PLN Dapat Kredit Sindikasi Rp16,75 Triliun Dari 7 Bank

kredit sindikasi tersebut berasal dari perbankan dengan skema konvensional senilai Rp13,25 triliun dan skema syariah senilai Rp3,5 Triliun dengan jangka waktu 10 tahun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 April 2019  |  16:37 WIB
PLN Dapat Kredit Sindikasi Rp16,75 Triliun Dari 7 Bank
/Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PLN mendapat pinjaman kredit sindikasi senilai Rp16,75 triliun dari 7 bank umum dan syariah yang akan digunakan untuk membangun gardu dan tarnsmisi dalam rangka mendukung megaproyek 35.000 MW.

Adapun kredit sindikasi tersebut berasal dari perbankan dengan skema konvensional senilai Rp13,25 triliun dan skema syariah senilai Rp3,5 Triliun dengan jangka waktu 10 tahun. Sindikasi perbankan kali ini berasal dari Bank BRI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, SMI, BNI Syariah dan BCA Syariah.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan saat ini  persoran berupaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat untuk mendapatkan listrik dan melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Pada diwaktu yang sama PLN juga melakukan efisiensi internal.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028, PLN merencanakan pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik berupa total pembangkit tenaga listrik sebesar 56.395 MW, total jaringan transmisi sepanjang 57.293 kms, total gardu induk sebesar 124.341 MVA, total jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan total gardu distribusi sebesar 33.730 MVA.

Selain itu, PLN juga terus mendorong pengembangan energi terbarukan dengan target penambahan pembangkit energi terbarukan sebesar 16.714 MW untuk mencapai target bauran EBT minimum 23% pada 2025. Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi yang ramah lingkungan yaitu penerapan teknologi PLTU Clean Coal Technology (CCT).

Sementara itu, bauran gas dijaga sebesar minimum 22% pada 2025 untuk mendukung integrasi pembangkit EBT yang bersifat intermittent atau energi terbarukan yang bervariasi.

Menurutnya, sindikasi ini juga membuktikan PLN serta Lembaga Keuangan Bank dan non-Bank Syariah sangat mendukung perkembangan ekonomi syariah termasuk pendanaan skema syariah untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Selain cost of fund pinjaman yang kompetitif, pendanaan sindikasi ini juga meningkatkan portofolio rupiah pada pinjaman PLN serta menunjukkan dukungan perbankan nasional dalam mendanai pembangunan infrastruktur kelistrikan tanah air,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Selasa (23/4/2019).

Dia menjelaskan, dari program-program investasi yang telah dilakukan PLN dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup signifikan bagi kondisi kelistrikan di Indonesia. Berdasarkan  Laporan Ease of Doing Business (EoDB) World Bank, indikator Getting Electricity atau kemudahan mendapatkan listrik, Indonesia berada di peringkat 33 dari 190 negara pada 2019. Sebelumnya, Indonesia berada di posisi 38 pada 2018 dan 49 pada 2017.

"Hal ini membuktikan bahwa PLN terus berusaha memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan iklim investasi atas infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top