Kerek Ekonomi, Manufaktur Harus Jadi Prioritas

Pemerintah disarankan untuk memprioritaskan sektor industri pengolahan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Annisa Sulistyo Rini | 21 April 2019 17:25 WIB
Pekerja melakukan proses pengasapan karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah disarankan untuk memprioritaskan sektor industri pengolahan demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Mohammad Faisal, Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, mengatakan sektor manufaktur merupakan kunci pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Sepanjang tahun lalu, industri pengolahan non migas menyumbang 19,86% dari total PDB nasional.

Industri pengolahan juga mencatatkan penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang pada tahun lalu, atau berkontribusi sebesar 14,72% terhadap total tenaga kerja nasional.

“Siapapun Presiden untuk 5 tahun ke depan, industri manufaktur harus menjadi prioritas utama. Sektor ini kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi, tanpa pertumbuhan industri manufaktur pertumbuhan ekonomi yang optimal tidak akan tercapai,” ujarnya Minggu (21/4/2019).

Faisal menuturkan apabila pemerintah ke depan berkomitmen untuk memprioritaskan sektor industri manufaktur, investasi di sektor ini bakal mengikuti.

Dia menilai hingga kini pemerintah kurang memprioritaskan industri manufaktur sehingga pertumbuhan ekonomi terus berada di kisaran 5%.

Faisal memberi contoh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang mendukung industri pengolahan di antaranya aturan post border yang bertujuan memperbaiki dwelling time, tetapi justru membuka pintu impor yang lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top