Menperin: Investasi di Industri Manufaktur Jalan Lagi Setelah Pemilu

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan investasi pada industri manufaktur akan kembali masuk pascapemilihan umum serentak.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 17 April 2019  |  12:57 WIB
Menperin: Investasi di Industri Manufaktur Jalan Lagi Setelah Pemilu
Menperin yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat mencoblos di TPS 05, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). - Bisnis/Andi M Arief

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan investasi pada industri manufaktur akan kembali masuk pascapemilihan umum serentak.

Hal tersebut disampaikan Airlangga berdasarkan data historis selama lima kali pemilu sebelumnya sejak masa reformasi.

Airlangga menyatakan beberapa sektor industri diproyeksi tumbuh dengan baik pada tahun ini. Industri makanan dan minuman (mamin) diprediksi dapat tumbuh di atas 9% pada  tahun ini. Beberapa kebijakan, imbuhnya, baru akan kembali diteruskan prosesnya pascapemilu serentak.

"Semua [kebijakan industri yang tertunda akan ] running habis pilpres," ujarnya, Rabu (17/4/2019).

Airlangga menambahkan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) akan naik ke posisi 3,0 pada tahun depan. Dengan kata lain, industri manufaktur akan semakin siap untuk mengimplementasikan industi 4.0. Adapun, secara konsolidasi INDI 4.0 pada tahun ini berada di posisi 2,14.

Menurut Airlangga, INDI dapat meningkatkan kadar optimisme pertumbuhan industri nasional untuk menarik investasi ke dalam negeri. Selain itu, Perilisan INDI pada Senin (15/4/2019) lalu juga "untuk menyatakan pemerintah terus bekerja. Jadi, walau pun ada pemilu, pemerintah itu jalan terus."

Seperti diketahui, INDI 4.0 merupakan standar acuan untuk mengukur kesiapan perusahaan untuk bertransformasi ke era industri 4.0.

INDI 4.0 memiliki rentang penilaian 0,0—4,0 yang berarti sudah menerapkan (4) dan belum siap (0). 

Dalam INDI 4.0 yang dirilis, ada 326 unit usaha yang digolongkan ke dalam delapan sektor industri yang telah melakukan penilaian mandiri menggunakan INDI 4.0 yakni industri mamin, tekstil, kimia, otomotif, elektronika, logam, aneka, dan engineering, procurement and construction (EPC).

INDI 4.0 memiliki lima indikator penilaian yaitu Manajemen & Organisasi, Orang & Budaya, Produk & Layanan, Teknologi, dan Operasi Pabrik.

Adapun, nilai INDI 4.0 tertinggi dimiliki oleh industri EPC (2,74), diikuti industri tekstil (2,51) dan mamin (2,47). Sementara itu, sektor industri otomotif mencatatkan partisipasi penilaian mandiri INDI 4.0 terbanyak yakni 196 unit usaha.

Airlangga berharap pemimpin terpilih untuk periode 2020--2025 dapat membuat perekonomian Tanah Air keluar dari "Jebakan Pendapatan Menengah" pada akhir 2025.

Maka dari itu, imbuhnya, seharusnya presiden terpilih sudah memiliki peta jalan perekonomian nasional saat efektif memimpin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri manufaktur, airlangga hartarto

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top