Ditargetkan Beroperasi Juni, Seberapa Istimewa Runway III Bandara Soetta?

Kementerian Perhubungan berharap landas pacu (runway) ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah bisa beroperasi pada Juni 2019.
Rio Sandy Pradana | 15 April 2019 18:45 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya (kedua kanan) berbincang dengan Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin saat meninjau pembangunan runway ketiga di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/4/2019). - Bisnis/Rio Sandy Pradhana

Bisnis.com, TANGERANG - Kementerian Perhubungan berharap landasan pacu (runway) ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta sudah bisa beroperasi pada Juni 2019.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, guna menunjang percepatan pembangunan runway ketiga, sebanyak 213 hektare (ha) lahan sudah dibebaskan. Dengan demikian, landbank yang dimiliki oleh Bandara Soekarno-Hatta mencapai 2.000 ha.


"Progres runway ketiga ini sudah hampir 60%, akan diselesaikan. Harapannya, akhir Juni [tahun ini] sudah bisa dipakai," kata Budi saat meninjau pembangunan runway ketiga Bandara Soekarno-Hatta, Senin (15/4/2019).


Dia memambahkan, runway ketiga tersebut memiliki banyak manfaat. Pertama, sebagai sarana penambah kapasitas pergerakan pesawat.


Selama ini, lanjutnya, total pergerakan pesawat yang bisa diakomodasi di Bandara Soekarno-Hatta hanya 81 hingga 83 pergerakan per jam. Adanya runway ketiga bisa menambah setidaknya hingga 40,7% menjadi 114 pergerakan pesawat per jam. 


Kedua, mempermudah operator bandara saat melakukan perawatan runway. Setiap waktu tertentu runway harus dijaga kualitasnya dan segera dilakukan perbaikan jika dibutuhkan.


Ketiga, imbuhnya, runway ketiga bisa meningkatkan aspek keselamatan penerbangan apabila dikombinasikan dengan runway kedua. Setelah beroperasi, runway ketiga akan digunakan untuk prosedur pendaratan (landing) pesawat, sedangkan lepas landas (take off) dilakukan melalui runway kedua.


Saat ini, jika hanya mengandalkan dua runway, kapasitas penerbangan hampir mendekati maksimal dan berisiko mengganggu keselamatan karena pesawat harus antre saat hendak lepas landas maupun mendarat.


Budi menjelaskan spesifikasi runway ketiga cukup memuaskan, yakni memiliki PCN di atas 86. Artinya, pesawat berlorong ganda (twin aisle) seperti Boeing 777 bisa melakukan pergerakan di runway dengan kapasitas penuh. 


Menurutnya, operasional runway ketiga bisa meningkatkan kualitas Bandara Soekarno-Hatta. Diharapkan kepercayaan masyarakat dunia penerbangan akan bertambah.


"Kita ingin memberikan suatu layanan bagi masyarakat dunia khususnya turis, bandara ini bisa menjadi showcase yang baik dan menjamin safety," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenhub, bandara, angkasa pura ii

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top