Kompetitor Ekspansif di Bisnis SPBU, Ini Kata Pertamina

Pertamina menilai bisnis SPBU adalah terbuka sehingga ekspansi bisnis kompetitor wajar dilakukan.
David Eka Issetiabudi | 12 April 2019 09:31 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) didampingi Direktur Pemasaran Masud Khamid (kanan) mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax pada mobil konsumen saat sidak ke SPBU Unsil, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (10/2/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) optimistis dengan meningkatnya ekspansi bisnis SPBU oleh kompetitor akan meningkatkan kualitas bisnis Pertamina.

Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, mengatakan bisnis SPBU terbuka, sehingga ekspansi bisnis kompetitor wajar dilakukan. Menurutnya, kondisi tersebut akan semakin membuat Pertamina meningkatkan kualitas pelayanan dan bisnis SPBU.

“Malah akan memacu Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas BBM maupun kualitas layanan,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (11/4/2019).

Sebelumnya, British Petroleum (BP) menilai kondisi investasi hilir sektor minyak dan gas di Indonesia masih cukup  menarik. Vice Presiden of New Market BP Downstream Neale Smither mengatakan bahwa salah satu alasan BP membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia adalah iklim investasi hilir migas cukup atraktif. Hal ini dilihat dari kondisi ekonomi yang  terus tumbuh, serta jumlah masyarakat kelas menengah ke atas yang juga terus bertambah.

“Kenapa pilih Indonesia? Karena Indonesia dilihat atraktif sekali, pertumbuhan ekonominya bagus, kemudian pertumbuhan populasi kelas menengahnya cukup besar sehingga menjadi   potensi konsumen BP,” katanya.

Presiden Direktur PT Aneka Petroindo Raya Peter Molloy mengatakan pembangunan SPBU ini sesuai dengan strategi BP untuk memberikan pilihan bahan bakar serta pengalaman yang berbeda bagi para konsumen di tengah pasar yang terus berkembang pesat.

“Secara bertahap, kami menargetkan untuk memasok 350 SPBU di Indonesia. Kami bertujuan untuk memiliki dan memasok 350 lokasi SPBU merek BP dalam 10 tahun ke depan,” katanya

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik, dalam 4 tahun terakhir, kondisi ekonomi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Pada 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,88%, 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar  5,03%. Pada 2017 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,07% dan  2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17%.

Terkait banyaknya badan usaha yang mulai menyasar sektor hilir yakni SPBU, BP mengklaim pihaknya bisa bersaing dengan beberapa perusahaan yang juga membangun SPBU di Indonesia seperti Pertamina, Shell, dan Total.

Apalagi, pihaknya juga menggandeng PT AKR Corporindo Tbk. yang dianggap memiliki track record di bisnis retail bahan bakar minyak. “AKR ini mitra bagus karena hampir 60 tahun lamanya disini. Mereka tahu betul  konsumen di Indonesia.”

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, spbu

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup