2 Pekan Amati Aktivitas Penerbangan, Alvin Lie : Kontribusi Wisatawan Kecil

Pengamat penerbangan Alvin Lee menduga aktivitas penerbangan untuk tujuan pariwisata sangat minim, sedangkan maskapai justru dipenuhi penumpang dengan tujuan bisnis.
Rinaldi Mohammad Azka | 08 April 2019 20:17 WIB
Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat penerbangan Alvin Lie menduga kontribusi aktivitas penerbangan untuk tujuan pariwisata kian kecil, sedangkan maskapai justru dipenuhi penumpang dengan tujuan bisnis. 

Dia menuturkan bahwa dirinya terus memantau agen perjalanan serta penerbangan dari maskapai besar Garuda Indonesia Grup dan Lion Air Grup selama 2 pekan terakhir.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpunnya, baik Garuda Indonesia Group maupun Lion Air Group sudah menyediakan tiket dengan harga diskon. Namun, lanjutnya, tetap saja penerbangan untuk tujuan pariwisata sangat minim.


"Discounted tickets (TD) Lion, SJ, Nam dan Citilink langsung habis ketika tersedia. Ini menunjukkan bahwa pelanggan Lion peka terhadap perubahan harga. Sementara itu, tiket diskon GA dan Batik tidak secepat LCC habisnya," katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (8/4/2019).


Menurutnya, pelanggan GIAA tetap banyak yang memilih subclass karena menawarkan fleksibilitas perubahan jadwal, fasilitas bagasi dan pemanjaan lainnya.


"Dari observasi dua pekan tersebut, saya juga menangkap profil pengguna jasa penerbangan terbesar adalah ASN dalam rangka tugas; pegawai BUMN dalam rangka tugas; pengusaha dalam rangka bisnis; dan pekerja swasta atau profesional yang berbeda kota domisili dengan kota tempat yang bersangkutan bekerja," jelasnya.


Sebagian lainnya adalah mereka yang berkepentingan insidental seperti berobat, hadiri undangan dan lain-lain. Artinya, lanjut Alvin, kontribusi wisatawan kecil dan meningkat hanya ketika liburan sekolah atau musim liburan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, penerbangan, garuda indonesia

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup