Sri Mulyani Beri Bocoran Hasil Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral Asean

Dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Asean membahas integrasi ekonomi dan keuangan digital Asean, peta jalan inovasi, kerangka pengembangan sumber daya manusia terlatih.
Edi Suwiknyo | 06 April 2019 21:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Asean menekankan pentingnya negara Asean membangun infrastruktur, sumber daya manusia, dan memperkuat sektor keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing dan integrasi ekonomi keuangan digital kawasan Asean.

Menurutnya, dengan menghilangkan hambatan perdagangan dan investasi serta perlunya kerja sama yang makin erat dapat membangun kawasan Asean sebagai kawasan ekonomi yang tumbuh tinggi secara merata dan inklusif.

"Pembahasan dalam pertemuan ini mencakup kerja sama pembiayaan infrastruktur, kerja sama masalah asuransi, pembiayaan untuk resiko bencana alam, kerja sama perpajakan dan kepabeanan dan kerja sama di bidang isu pencucian uang termasuk pemberantasan pembiayaan untuk terorisme," kata Sri Mulyani dalam akum media sosialnya, Sabtu (6/4/2019).

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut dalam pertemuan itu, mereka juga membahas integrasi ekonomi dan keuangan digital Asean, peta jalan inovasi, kerangka pengembangan sumber daya manusia terlatih.

Adapun, dia menyinggung, presentasi dari Deputy Managing Director IMF Furusawa dam menangani Economic outlook - membahas dampak perang dagang Amerika Serikat dan RRT, Brexit dan proyeksi kondisi ekonomi dunia yang mengalami perlemahan secara meluas.

"Juga presentasi dari AMRO menunjukkan pertumbuhan ekonomi Asean yang tetap stabil di 5,1 persen namun kemungkinan memburuknya perang dagang akan menurunkan proyeksi hingga 4,8 persen," ujarnya.

Pertemuan bersama EU-Asean Business Council dan US-Asean Business Council membahas integrasi ekonomi keuangan Asean, ekonomi digital, cyber security.

Asean adalah kawasan yang memiliki kinerja ekonomi yang sangat baik. Potensi kemajuan masih sangat besar.

Semua negara anggota Asean harus terus berbenah dengan diikuti kebijakan ekonomi makro yang hati-hati, membangun infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi dan konektivitas, meningkatkan kualitas dan skill sumber daya manusia, dan membangun sektor keuangan yang dalam dan stabil.

"Presiden Jokowi telah membangun fondasi yang penting bagi kesiapan Indonesia untuk maju bersama Asean. Mari kita terus menjaga kemajuan ekonomi kuat dan memperkuat fondasi daya saing dan produktivitas negara kita," ungkapnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri mulyani, asean

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup