Transaksi RFID Ditargetkan Mulai Berjalan Tahun Ini

Untuk tahap awal, transaksi kartu pintar RFID akan diberlakukan untuk internal dengan Damri dan mobil PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
M. Nurhadi Pratomo | 22 Maret 2019 13:08 WIB
Bus Damri. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno berharap transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification atau RFID dapat dikomersilkan pada 2019.

Hal itu disampaikan Rini saat mengikuti simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) yang digelar oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Jumat (22/3/2019). Kegiatan tersebut diikutinya di Gerbang Tol Cengkareng dan Gerbang Tol Kapuk di ruas tol Soedyatmo.

Rini mengatakan saat ini dilakukan uji coba terlebih dahulu. Tujuannya, agar masyarakat nyaman memakai sistem tersebut. Pada tahap awal, sambungnya, transaksi itu dilakukan untuk internal dengan Damri dan mobil PT Garuda Indonesia (Parsero) Tbk. terlebih dahulu.

“Saya menyambut baik inovasi dan upaya-upaya yang dilakukan oleh Jasa Marga sebagai operator jalan tol dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat atau pengguna jasa. Harapannya tahun ini bisa dikomersilkan,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (22/3/2019).

Sementara itu, Desi Arryani, Direktur Utama Jasa Marga mengatakan teknologi sistem transaksi tol tanpa henti ini diproduksi oleh anak usaha Jasa Marga yaitu PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Sistem ini merupakan pengembangan dari teknologi Electronic Toll Collection (ETC) menuju sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).

Dia menyebut sistem transaksi serupa sudah banyak diterapkan di berbagai negara guna menjamin kelancaran transaksi dan mengendalikan antrean. Dengan demikian, pengendara tidak perlu lagi menghentikan mobilnya di gerbang tol untuk melakukan tapping transaksi seperti saat ini.

Sebelum uji coba di Jalan Tol Sedyatmo, Jasa Marga telah melakukan uji coba serupa di Jalan Tol Bali Mandara secara terbatas pada 2018 dengan menggandeng perusahaan taksi Blue Bird.

“Uji coba SLFF di Jalan Tol Sedyatmo menunjukkan bahwa Jasa Marga konsisten untuk terus melakukan pengembangan pada berbagai aspek, baik dari segi fasilitas maupun layanan kepada pengguna jalan tol. Hal ini sejalan dengan program pemerintah  melalui Peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol [BPJT] terkait implementasi intelligent traffic system [ITS],”ungkap Desi.

Desi menambahkan emiten berkode saham JSMR itu juga bekerja sama dengan "LinkAja" sebagai aplikasi penyedia saldo sehingga masyarakat pengguna bisa melakukan isi ulang dengan "LinkAja".

 

 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, sistem pembayaran

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup