LAPORAN DARI HONGARIA: Parlemen Indonesia-Hongaria Siap Buka Pintu Kerja Sama Ekonomi

Dalam lawatannya ke Hongaria, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bertemu dengan Hungarian National Assembly untuk mempererat kerja sama antarparlemen.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  12:41 WIB
LAPORAN DARI HONGARIA: Parlemen Indonesia-Hongaria Siap Buka Pintu Kerja Sama Ekonomi
Wakil Ketua BKSAP DPR RI dan Ketua Panja Kerja Sama Ekonomi Regional (KER) Juliari P. Batubara (kelima dari kiri) menyerahkan cendera mata kepada Wakil Ketua Hungarian National Assembly Jakab Istvan. Kedua parlemen sepakat untuk mendorong kerja sama di bidang ekonomi ke depan. Bisnis - Hendri T. Asworo

Bisnis.com, BUDAPEST – Dalam lawatannya ke Hongaria, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bertemu dengan Hungarian National Assembly untuk mempererat kerja sama antarparlemen.

Pada pertemuan yang dilakukan di Gedung Parlemen Hongaria (Országház), Kamis (14/3/2019), disepakati bahwa masing-masing parlemen akan membantu membuka pintu kerja sama dalam bidang ekonomi, khususnya investasi, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut hadir Wakil Ketua BKSAP DPR RI dan Ketua Panja Kerja Sama Ekonomi Regional (KER) Juliari P. Batubara, Wakil Ketua Panja KER Dave Akbarshah Fikarno, Anggota Panja KER Ono Surono, dan Anggota Panja KER Dwie Aroem Hadiatie.

Selain itu, Anggota Panja KER Jon Erizal, Anggota Panja KER Jazuli Juwaini, Anggota Panja KER Achmad Farial, dan Anggota Panja KER Gede Syamsul Mujahidin. Adapun dari parlemen Hongaria disambit Wakil Ketua Hungarian National Assembly Jakab Istvan.

Juliari menyampaikan, sebagai negara anggota G-20, Indonesia membutuhkan Hongaria untuk saling membantu memenuhi kebutuhan masing-masing. Terlebih lagi Hongaria adalah negara di kawasan Eropa Tengah yang menjadi pintu masuk perdagangan Indonesia.

“Indonesia dan Hongaria bisa berbagi untuk menjalankan peluang kerja sama ekonomi di tengah liberalisasi perdagangan dunia,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah aksi proteksionisme dan perang dagang antara Amerika-China, Indonesia-Hongaria harus mempererat kerja sama, sehingga keduanya tidak menjadi pihak yang dirugikan oleh perkembangan yang serba tidak pasti yang diakibatkan dari perang dagang tersebut.

Oleh sebab itu, dia meminta kerja sama perdagangan bilateral, investasi, dan kunjungan wisata kedua negara lebih bisa ditingkatkan. Selain itu, sambungnya, kerja sama  di bidang pendidikan dan teknologi digital.

Jon Erizal menambahkan, hasil dari pertemuan tersebut diharapkan akan ditindaklanjuti dengan pembentukan  tim kecil pada anggota yang hadir, karena kebetulan para anggota yang ikut terdiri dari lintas komisi di DPR.

“Oleh sebab itu akan dibentuk tim-tim untuk menindaklanjuti ini. Apa yang akan dilakukan masing-masing negara,” ujarnya.

Sementara itu, Jakab Istvan menyambut baik kedatangan BKSAP DPR RI. Menurutnya, hubungan kedua negara telah lama dijalin dan ditandai dengan saling berkunjung antar pejabat tinggi negara.

Dia pun berjanji akan membantu membukakan pintu untuk meningkatkan kerja sama kedua negara khususnya di bidang ekonomi. “Kami siap bantu buka pintu, karena urusan ini tentu lebih pada eksekutif,” ujarnya.

Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi utama untuk Hongaria di Asia Tenggara. Namun, hubungan perdagangan bilateral sempat meredup setelah krisis yang terjadi pada era 1998. Kerja sama perdagangan mulai membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Total perdagangan pada 2018 mencapai US$148,36 juta, tumbuh 11,36% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun komoditas utama ekspor Indonesia adalah karet dan produk olahannya, tekstil, produk alas kaki, minyak kelapa sawit, rempah-rempah, produk olahan kelapa, produk plastik dan lainnya.

Sementara itu, ekspor Hongaria ke Indonesia seperti produk farmasi, bahan kimia, produk listrik, elektronik dan optik, serta berbagai mesin ke Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top