Pemerintah Terus Genjot Proyek Infrastruktur

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan fokus pembangunan infrastruktur tetap terus didorong ke depannya.
Hadijah Alaydrus | 14 Maret 2019 22:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan fokus pembangunan infrastruktur tetap terus didorong ke depannya.

Staf Khusus Kepala Bappenas / Menteri PPN Eko Putro Adijayanto mengungkapkan tema pokok RPJMN 2019-2024 sebenarnya diarahkan ke isu industrialisasi sebagai pendorong ekonomi jangka panjang dan juga pengembangan Sumber Daya Manusia yang semakin berkualitas disesuaikan dengan kondisi tuntutan ekonomi berbasis digital.

"Tetapi infrastruktur tentu tetap akan didorong sampai titik dimana daya kompetiti Indonesia semakih baik paling tidak dibanding negara ASEAN," tegas Eko yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer PINA Center, Kamis (14/03).

Menurutnya, stok infrastruktur terhadap PDB yang meningkat hingga 43% saat merupakan peningkatan yang cukup besar.

Tanpa bermaksud menyalahkan,
dia menuturkan penurunan stok infrastruktur pada periode 1997-2013 disebabkan karena Indonesia praktis tidak memprioritaskan pembangunan infrastruktur sehingga gap infrastruktur di Tanah Air semakin lebar dibandingkan angka 70% terhadap PDB di rata-rata negara maju.

"Tentunya ini berdampak ke daya saing Indonesia karena dengan rendahnya stok infrastruktur yang pertama kena dampak adalah competitiveness level Indonesia menjadi kurang baik secara relatif dibanding negara lain," ungkapnya.

Inilah yang menjadi awal Presiden  Jokowi ingin meningkatkan daya saing negara dengan menyisihkan alokasi APBN untuk pembiayaan infrastruktur.

Melihat masifnya kebutuhan pembangunan infrastruktur, pemerintah mendorong skema PINA dan memacu KPBU agar badan usaha milik negara dan juga swasta terlibat dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur.

Terbukti, inisiatif tersebut berhasil meningkatkan peran swasta yang semakin besar di bidang infrastruktur.

"Khusus untuk PINA sendiri dari Rp 47 triliun yang financial close tahun 2018, atau kurang lebih 50% melihatkan swasta," ungkap Eko.

Buah hasil upaya tersebut, menurut Eko, yang meningkatkan stok infrastruktur menjadi 43% dari PDB.

Tag : infrastruktur
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top