Jasa Marga Siapkan Transaksi Tol Tanpa Henti di Jabodetabek

PT Jasa Marga Tbk. bakal menerapkan transaksi tol tanpa henti (single lane free flow) di ruas tol Jabodetabek dalam enam bulan mendatang menyusul penerapan sistem serupa di ruas Bali Mandara. Ini akan menjadi tonggak baru dalam elektronifikasi pembayaran tol yang mana sejak 2017 seluruh transaksi tidak lagi menggunakan pembayaran tunai.
Rivki Maulana | 13 Maret 2019 18:15 WIB
Ilustrasi pintu tol Sedyatmo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jasa Marga Tbk. bakal menerapkan transaksi tol tanpa henti (single lane free flow) di ruas tol Jabodetabek dalam enam bulan mendatang menyusul penerapan sistem serupa di ruas Bali Mandara. Ini akan menjadi tonggak baru dalam elektronifikasi pembayaran tol yang mana sejak 2017 seluruh transaksi tidak lagi menggunakan pembayaran tunai.

Transaksi tol tanpa berhenti akan menempelkan stiker dengan teknologi RFId (Radio Frequency Identification). Stiker akan terhubung dengan aplikasi "FLO" sehingga riwayat transaksi, isi ulang saldo, bisa diakses lewat telepon selular. Transaksi baru ini akan dikelola PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), anak usaha Jasa Marga.

Direktur Utama PT JMTO, Septerianto Sanaf mengatakan pihaknya bakal menyiapkan 200 gardu khusus pengguna FLO dengan investasi sekitar Rp60 miliar. Dia menambahkan, dengan SLFF, pengguna kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam saat melalui gardu tol. Walhasil, transaksi di jalan tol berlangsung cepat karena pengguna tidak perlu menempelkan kartu.

Septerianto atau akrab dipanggil Aan menuturkan, sebelum di Jabodetabek, pihaknya sudah menerapkan SLFF di ruas Bali Mandara sejak Januari 2019 lalu. JMTO menggandeng PT Blue Bird Tbk. SLFF juga digunakan di ruas Sedyatmo, bekerja sama dengan Perum Damri dan selanjutnya dengan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk., Aero Trans Indonesia. "Dalam 6 bulan dari sekarang kami akan terapkan ini di ruas Jabodetabek. Sambil persiapan kami juga jual stiker-nya," jelas Aan kepada Bisnis, Rabu (13/3/2019).

Menurut Aan, harga stiker dibanderol Rp100.000. Namun, pihaknya memberikan diskon 50% untuk menarik pengguna kendaraan beralih menggunakan aplikasi FLO sebagai alat transaksi pemmbayaran tol. Pada tahap awal, JMTO membidik 10.000 pengguna FLO dan diharapkan bakal naik secara bertahap.

Aan menjelaskan, penerapan SLFF dengan pembayaran uang elektronik berbasis server akan memberikan efisiensi dan kemudahan bagi banyak pihak. Dari sisi pengelola jalan tol seperti JMTO, pengumpulan uang hasil transaksi akan lebih cepat.

Dengan SLFF, bank juga tak perlu lagi mencetak uang elektronik dalam bentuk kartu. Rekening bank akan berfungsi dalam pengisian saldo atau top up. "Kami sudah kerja sama dengan tiga bank, BNI, BRI, Bank Mandiri. Kita juga kerja sama dengan LinkAja sehinga jadi sinergi BUMN," tuturnya.

Tag : jalan tol
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top