11 Perusahaan Migas Minati Lelang Konvensional Tahap I 2019

Setidaknya sebanyak 11 perusahaan minyak dan gas bumi mengakses dokumen penawaran Lelang Blok Migas Tahap I 2019 hingga akhir pekan lalu.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  07:48 WIB
11 Perusahaan Migas Minati Lelang Konvensional Tahap I 2019
Ilustrasi eksplorasi coalbed methane (CBM) - Reuters/Christian Hartmann

Bisnis.com, JAKARTA—Setidaknya sebanyak 11 perusahaan minyak dan gas bumi mengakses dokumen penawaran Lelang Blok Migas Tahap I 2019 hingga akhir pekan lalu.

Padahal, jadwal akses bid document masih berlangsung hingga 24 April 2019 mendatang dan batas pemasukan dokumen partisipasi paling lambat pada 25 April 2019.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan dari lima blok migas yang ditawarkan, sejauh ini WK eks Produksi Selat Panjang dan WK eksplorasi West Ganal yang paling banyak diakses dokumen penawarannya.

"Sudah ada 11 yang akses bid document, sejauh ini 100% laku [semua blok diminati]. Mungkin kalau mendekati 24 April mendatang peminatnya akan lebih banyak," katanya, Senin (11/3/2019).

Kementerian ESDM resmi membuka penawaran lelang wilayah kerja atau WK migas konvensional tahap I 2019 pada 21 Februari silam. Setidaknya, ada lima blok migas yang meliputi dua blok eks produksi dan tiga blok eksplorasi.

Kelima blok migas tersebut yakni blok Selat Panjang, blok West Kampar, Blok Anambas, Blok West Ganal, dan Blok West Kaimana.

Dijelaskan, seluruh WK tersebut dilelang melalui mekanisme reguler dan menggunakan skema kontrak PSC Gross Split sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Meski tidak menyebutkan perusahaan mana saja yang mengambil bid document, Djoko memastikan perusahaan migas yang terlibat merupakan investor besar.

Djoko mengamini banyaknya perusahaan migas yang tertarik untuk berpartisipasi dalam lelang blok migas konvensional kali ini, pascatemuan cadangan migas di Sakakemang oleh Repsol.

Khusus di West Ganal, yang sebelumnya terdapat blok West Seno di dalamnya, memang diakui banyak diminati.

"Dulu ada West Seno, ada ASR siapa yg tanggung jawab. Nah begitu ini dikeluarin ini tambah banyak yang minat, bahkan signature  bonus kami naikkan," tambahnya.

Khusus West Ganal, pemerintah mematok bonus tanda tangan senilai US$15 juta atau menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan Blok West Kampar senilai US$5 juta, Blok Selat Panjang senilai US$5 juta, Blok Anambas senilai US$2 juta, dan Blok West Kaimana senilai US$2 juta.

Pemerintah pun percaya diri bahwa blok migas yang ditawarkan ke depannya tetap meyakinkan dan dimintai investor. Adapun ddalam 2 tahun terakhir sejak diterapkannya kontrak migas skema gross split sudah ada 14 blok yang laku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, blok migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top