Victoria's Secret Jatuh Bangun, Saham L Brands Merosot

Saham induk Victoria's Secret, L Brands Inc., merosot pada perpanjangan perdagangan Rabu (27/2/2019), setelah merilis proyeksi laba yang jauh di bawah ekspektasi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  08:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Saham induk Victoria's Secret, L Brands Inc., merosot pada perpanjangan perdagangan Rabu (27/2/2019), setelah merilis proyeksi laba yang jauh di bawah ekspektasi.

Sebagaimana diberitakan Bloomberg, L Brands memproyeksikan laba per saham (EPS), tidak termasuk beberapa item, berada dalam kisaran US$2,20 hingga US$2,60 pada 2019. Angka ini jauh di bawah perkiraan rata-rata dari para analis.

Selain itu, pendapatan pada kuartal keempat tahun lalu juga di bawah perkiraan rata-rata. L Brands membukukan pendapatan sebesar US$4,85 miliar pada periode tersebut, lebih kecil daripada proyeksi para analis sebesar US$4,88 miliar.

Saham L Brand pun turun hampir 10% menjadi level US$24,80 pada perpanjangan perdagangan Rabu. Hingga penutupan perdagangan Rabu, saham tersebut telah naik 6,7% sepanjang tahun ini.

Divisi pakaian dalamnya, Victoria's Secret, yang berkontribusi lebih dari separuh total penjualan L Brands, baru-baru ini telah dirugikan karena gagal memenuhi permintaan konsumen yang terus berubah.

Perjalanannya ke depan tampak lebih sulit setelah peritel Target Corp awal pekan ini mengumumkan berencana untuk meluncurkan tiga brand baru yang mengkhususkan diri dalam pakaian dalam dan pakaian tidur berharga murah.

Langkah Target Corp itu mengikuti sejumlah pemula seperti perusahaan pakaian dalam milik Rihanna, Savage X Fenty dan ThirdLove, yang bertujuan untuk lebih inklusif terhadap wanita dengan berbagai bentuk, ukuran, dan latar belakang.

Perkembangan ini menambah beban John Mehas, yang belum lama bertindak sebagai chief executive officer baru Victoria's Secret Lingerie, untuk menghidupkan kembali brand itu.

Awal bulan ini, unit tersebut mengumumkan kemitraan dengan label mewah asal Prancis untuk menjual pakaian dalam kelas atas.

Kabar gembiranya, divisi Bath & Body Works yang dimiliki L Brands mampu membukukan pertumbuhan same-store sales sebesar 12%, dua kali lipat dari kenaikan tahun sebelumnya. L Brands semakin mengandalkan unit perawatan tubuhnya itu ketika penjualan di Victoria's Secret menyusut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
victoria's secret

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup