20 Juta Batang Bibit Karet Diperlukan untuk Peremajaan

Rencana peremajaan 50.000 hektare kebun tanaman karet sesuai mandat pertemuan International Tripartite Rubber Council (ITRC) diprediksi akan membutuhkan sekitar 16,5 juta hingga 20 juta batang bibit pohon karet baru.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  17:07 WIB
20 Juta Batang Bibit Karet Diperlukan untuk Peremajaan
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana peremajaan 50.000 hektare kebun tanaman karet sesuai mandat pertemuan International Tripartite Rubber Council (ITRC) diprediksi akan membutuhkan sekitar 16,5 juta hingga 20 juta batang bibit pohon karet baru.

Selama ini tiap hektare kebun karet rata-rata ditanami 550 batang pohon. Adapun untuk kegiatan peremajaan ke depan, komposisi tanaman karet akan dikurangi menjadi 400 batang per hektar atau sedikitnya 60% dari sebelumnya.

“[Dari tiap ha] kita remajakan karet rakyat, maka yang ditanami karet 0,6 ha,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pada Senin, (26/2/2019) malam.

Selain untuk menahan laju produksi karet, pembatasan ini juga dilakukan agar lahan yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan jenis tanaman lain.

Dengan demikian, para petani karet diharapkan bisa mendapatkan sumber pemasukan lain hingga karet benar-benar bisa menghasilkan getah.

Darmin berencana melibatkan Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) dalam rencana pembiayaan peremajaan kebun karet rakyat, melalui pembelian kayu dari pohon-pohon karet yang ditumbangkan.

"Sebagian besarnya kira-kira begini, kita duduk dengan kawan-kawan di Apkindo dan kita minta mereka, coba survey karet rakyat rata-rata anda bisa [beli] berapa?" jelasnya.

Menurutnya, pembelian kayu tanaman karet akan dilakukan sesuai dengan valuasi sebenarnya. Hal ini agar petani bisa mendapatkan harga yang pas untuk membantu biaya replanting. "Awalnya mereka bilang borongan ya pak? Tidak bisa, kalau borongan pasti harganya murah," katanya.

Adapun biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan replanting lahan karet mulai dari penumbangan pohon, pembersihan lahan, pengadaan bibit berkuakitas baik, hingga penanaman tidak akan jauh berbeda dengan kebutuhan replanting sawit yakni sekitar Rp25 juta per hektare.

Untuk mendukung kebutuhan bibit dalam jumlah besar dengan kualitas baik, Kementerian Pertanian berencana mengembangkan sejumlah fasilitas .

“Kita mau membangun laboratorium, kemudian nursery, dan kebun bibit indoor.  Itu yang utama,” sebut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian kepada Bisnis, Selasa (25/2/2018) malam.

Kasdi menyebutkan, dalam pengembangan laboratorium, Kementerian Pertanian akan bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk swasta asing khususnya dalam hal identifikasi kualitas benih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karet, perkebunan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top