Pelita Samudera Shipping akan Teken Kontrak Pengangkutan Bijih Nikel

Pelita Armada Shipping (PSSI) akan Teken Kontrak Pengangkutan Bijih Nikel
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  03:59 WIB
Pelita Samudera Shipping akan Teken Kontrak Pengangkutan Bijih Nikel
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten pelayaran pengangkutan, PT Pelita Samudera Shipping Tbk. dikabarkan akan menjalin kontrak baru untuk pengangkutan bijih nikel.

Head of Investor Pelita Samudera Shipping Adi Hartadi mengungkapkan hal tersebut usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang salah satunya menyetujui perseroan untuk menggunakan tambahan fasilitas pinjaman jangka panjang dari ICICI Bank Limited cabang Singapura.

Dia mengatakan bahwa pinjaman tersebut akan digunakan untuk penambahan armada, salah satunya untuk pelunasan kapal kelas Supramax nama Daidan Mustikawati yang dibeli pada pertengahan Februari 2019 seharga US$9,67.

Kapal tersebut nantinya akan digunakan perseroan untuk mengerjakan kontrak baru dalam pengangkutan bijih nikel di kawasan Sulawesi.

“Untuk yang bijih nikel kami belum bisa disclose, di Sulawesi ada tambang nikel yang sudah beroperasi, mereka ingin meningkatkan powet plant-nya,” ujarnya, Senin (25/2/2019).

Lebih lanjut, Adi mengatakan kontrak tersebut memiliki durasi selama lima tahun yang akan teralisasi pada kuartal I/2019, namun dia belum dapat menyebutkan nilai kontrak tersebut.

Selain itu, emiten bersandi saham PSSI itu mendapatkan kontrak baru untuk pengangkutan kebutuhan batu bara Pembakit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di daerah Jawa.

Perseroan menyiapkan kapal kelas Supramax dengan nama Daidan Pertiwi senilai US$10,5 juta yang dibeli pada Januari 2019 lalu.

“Yang untuk kapal besar kami dapat [kontrak] dari PLN. Kita angkut dari Bunati [Kalimantan Selatan] ke Cilacap [Jawa Tengah],” jelasnya.

Adi mengatakan dengan beroperasinya kedua kapal tersebut pendapatan tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 25%--30% dari realiasi pendapatan tahun 2018 serta margin laba diharapkan tumbuh 8%-9%.

Pada tahun ini, perseroan berpandangan akan memiliki masa depan bisnis yang lebih cerah untuk jasa kapal pengangkutan karena sejumlah proyek yang baru mulai beroperasi pada 2019.

"Kami melihat bisnis di tahun 2019 ini bisa lebih baik. Seiring dari pertumbuhan PLN yang menjadi customer utama PSSI, pengolahan biji mineral dan nikel serta banyaknya kawasan industri yang selesai sehingga kami optimis prospek pertumbuhannya cukup besar," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Nikel

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top