Detil Pembatasan Ekspor Karet Dibahas Awal Maret

Negara-negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC) akan kembali mengadakan pertemuan pada awal Maret untuk membicarakan lebih detail terkait skema pembatasan ekspor karet.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  11:12 WIB
Detil Pembatasan Ekspor Karet Dibahas Awal Maret
Petani memanen getah karet di Banyuasin, Sumatra Selatan, Selasa (8/1/2019). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC) akan kembali mengadakan pertemuan pada awal Maret untuk membicarakan lebih detail terkait skema pembatasan ekspor karet.

Seperti diketahui, pertemuan yang dilangsungkan oleh Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada 21-22 Februari  di Bangkok, Thailand menghasilkan sejumlah kesepakatan antara lain memangkas jumlah ekspor karet oleh ketiga negara penghasil karet terbesar dunia ini sebesar 200.000 ton hingga 300.000 ton.

Skema yang dikenal sebagai Agreed Export Tonnage Scheme ini merupakan salah satu solusi yang dihasilkan untuk jangka pendek.

Namun demikian, sejauh ini belum ada ketentuan terkait batasan jumlah ekspor yang harus dilakukan oleh masing-masing negara.

“Proporsinya baru akan dikerjakan 4 Maret. Nanti akan ada rapat lagi di Bangkok,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono ketika dihubungi Bisnis pada akhir pekan.

Menurutnya, selama ini jumlah batasan yang dikenakan pada masing-masing negara biasanya bergantung pada total produksi masing-masing negara.

Selain terkait proporsi, rapat pada Maret nanti juga akan membahas waktu dimulainya pembatasan ekspor oleh masing-masing negara.

Adapun, tahun lalu, ekspor karet Indonesia mencapai 3,09 juta ton, turun dari sekitar 3,7 juta ton dari tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karet, perkebunan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top