Kemenperin Ajak Perguruan Tinggi Aktif Riset Teknologi Industri 4.0 

Kementerian Perindustrian mengajak perguruan tinggi agar semakin aktif dalam melakukan penelitian dan pengembangan di bidang industri.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 23 Februari 2019  |  15:31 WIB
Kemenperin Ajak Perguruan Tinggi Aktif Riset Teknologi Industri 4.0 
Ilustrasi logo revolusi industri 4.0. - Reuters/Wolfgang Rattay

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perindustrian mengajak perguruan tinggi agar semakin aktif dalam melakukan penelitian dan pengembangan di bidang industri.

Upaya ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi dan mendongkrak daya saing di era industri 4.0.

“Kami menyambut baik adanya laboratorium artificial intelligence di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai salah satu langkah strategis dalam menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan di era industri 4.0,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan laboratorium AI di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta melalui keterangan resmi (23/2).

Dirinya mengungkapkan perguruan tinggi perlu mengoptimalkan riset yang berkaitan dengan teknologi revolusi industri 4.0. Pemerintah disebutnya selalu mendukung lahirnya berbagai inovasi unggulan. 

“Tetapi kami minta skalanya diperbesar. Dukungan pemerintah yang akan diberikan adalah dengan pemberian insentif fiskal. Jadi, ini jika bergabung dengan industri, skillnya bisa dinaikkan,” ujarnya.

Menperin pun memberikan apresiasi kepada UGM dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang telah menjalin kolaborasi. TMMIN menghibahkan satu unit Lean Manufacturing dan Lean Production System kepada Departemen Teknik Industri, FT UGM. Alat proses produksi yang ringkas dan hemat tersebut, diharapkan dapat menyimulasikan pekerjaan yang sama seperti laiknya di pabrik dengan hasil yang sangat baik. 

“Upaya itu sesuai dengan program yang diprioritaskan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, tentang fokus pembangunan SDM yang berkualitas di tahun 2019. Program ini akan dilakukan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” ungkapnya. 

Airlangga menjelaskan, peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing industri nasional. Dirinya menyebut penguatan vokasi industri, dengan komposisi 30% pendidikan di kelas dan 70% pembelajaran di industri, semakin dibutuhkan dalam menghadapi era industri 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenperin

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top