Penaikan Biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan Ditunda 6 Bulan

Penaikan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan (PJNP) ditunda hingga Juni 2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  05:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan memastikan penaikan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan (PJNP) ditunda hingga Juni 2019.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan mengatakan alasan penundaan kenaikan biaya navigasi tersebut guna mereduksi biaya operasional maskapai penerbangan. Diharapkan harga tiket yang dibayar oleh penumpang juga bisa berkurang.

"PJNP Airnav ditunda kenaikannya selama 6 bulan terhitung dari Januari 2019. Rencana kenaikan pada awalnya adalah dari Rp6.000 menjadi ke Rp. 7000 untuk setiap en route," kata Hengki, Kamis (21/2/2019).

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, tarif penerbangan sudah membebani masyarakat. Penundaan penaikan biaya navigasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk secara bersama-sama mengurangi biaya operasional penerbangan.

 Sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 853/2018 tentang Penetapan Biaya PJNP, penaikan tarif akan dilakukan secara bertahap hingga 1 Januari 2019.

Perinciannya, penyesuaian biaya PJNP en-route domestik dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000,-  per route unit sejak 23 Juni 2018. Kemudian akan naik lagi menjadi Rp5.000 pada 21 September 2018, Rp6.000 pada 20 Desember 2018, dan Rp7.000 pada 1 Januari 2019.

Penaikan tarif ini masih di bawah besaran tarif PJNP untuk penerbangan en-route internasional yaitu US$0,65 atau sekitar Rp9.000 dengan nilai kurs dollar sebesar Rp13.850. Adapun, regulasi tersebut telah ditetapkan sejak 25 Mei 2018

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, navigasi udara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup