Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Ekonomi Digital dan 10 Bali Baru

Pemerintah Indonesia menawarkan peluang investasi ekonomi digital dan juga pembangunan destinasi wisata 10 Bali Baru.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  12:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pada ajang Indonesia - San Francisco Business Forum 2019, Pemerintah Indonesia menawarkan peluang investasi ekonomi digital dan juga pembangunan destinasi wisata 10 Bali Baru. 

Indonesia - San Fransisco Business Forum 2019 merupakan kolaborasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York yang didukung Global SF, Kantor Perwakilan BI New York, BRI New York Agency, dan BNI New York Agency. 

Tawaran peluang investasi disampaikan dihadapan lebih dari 50 peserta dari kalangan perusahaan modal ventura, teknologi informasi, chamber of commerce, serta pemerintah lokal di wilayah San Francisco Bay Area, yang hadir pada event yang digelar di Hotel Nikko, San Fransisco tersebut, Rabu (20/2). 

"Business forum ini diselenggarakan untuk mendekatkan Indonesia kepada kalangan bisnis dan masyarakat di California Utara," kata Acting Konsul Jenderal Indonesia di San Francisco, Hanggiro Setiabudi seperti keterangan resmi yang diperoleh Bisnis, Jumat (22/2).

Pasalnya kunjungan Presiden Joko Widodo pada 2016 ke Silicon Valley mencerminkan niat Indonesia untuk membangun ekonomi digital. Oleh sebab itu pihaknya mengundang investor di kawasan California Utara untuk berinvestasi di bidang-bidang yang potensial bagi investor internasional

Darlene Chiu Bryant, Executive Director Global SF, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain itu, Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya wilayah San Francisco, juga memiliki kesamaan yakni gerbang (gateaway) menuju Pasifik. 

"Indonesia adalah negara yang besar dan kaya akan sumber mineral dan minyak bumi. Kami melihat industri yang berkembang antara lain industri makanan, pertanian, garmen, manufaktur, dan pariwisata," ujarnya. 

Forum bisnis tersebut bertujuan untuk menjelaskan mengenai perkembangan ekonomi Indonesia terkini, khususnya bidang ekomomi digital dan pengembangan destinasi pariwisata, yang potensial pagi para investor terutama di California Utara. 

Dwityapoetra S. Besar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) New York mengatakan bahwa perekonomian global di 2019 diperkirakan masih melambat. 

Namun, ketidakpastian di pasar keuangan global berkurang karena kebijakan the Fed yang dovish sehingga mendorong aliran modal asing masuk ke emerging market. 

Soal kondisi dalam negeri, Dwityapoetra menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan masih stabil didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, defisit neraca perdagangan yang cenderung menurun, dan inflasi yang terjaga. 

Menurut Pejabat Promosi Investasi IIPC New York, Rahardjo Siswohartono, pada 2018 ekonomi digital Indonesia mencapai USD 27 miliar - terbesar dan tumbuh paling pesat di Asia Tenggara. 

Bahkan angka itu diperkirakan oleh Google dan Temasek, nilai tersebut akan berkembang menjadi USD 100 miliar dalam 10 tahun. 

"Potensi ini turut didukung pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi ke-14 yaitu mempermudah dan memperluas akses pendanaan tech startups, insentif pajak, perlindungan konsumen, serta pendidikan SDM”, tambahnya. 

Oleh karenanya, IIPC New York mengundang para investor untuk menghadiri Regional Investment Forum (RIF) di Banten, 11 Maret mendatang guna bertemu langsung dengan pemangku kebijakan di sektor digital ekonomi, penjajagan kerjasama dengan puluhan pengembang tech startups dan proyek-proyek pariwisata. 

General Manager BRI New York Agency, Tri Hartono, menyatakan BRI terus berinovasi dan mengembangkan inisiatif-inisiatif baru yang sejalan dengan pesatnya perkembangan Fintech dan mendorong pertumbuhan startup companies di Indonesia. 

Tri menambahkan bahwa BRI adalah bank pertama dan satu-satunya di dunia yang memiliki dan mengoperasikan sendiri satelit sejak 2016. Ini untuk memperkuat infrastruktur pelayanan digital dan jaringan fisik perbankan bagi customer," ujarnya. 

Selain perkembangan ekonomi digital, para peserta juga antusias mendiskusikan lebih lanjut potensi pengembangan destinasi pariwisata Indonesia yang telah dicanangkan, yakni 10 destinasi Bali baru atau “the New Bali”, termasuk pula pembangunan infrastruktur pendukung dan sektor transportasi udara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top