Landas Pacu Juanda Pernah Retak, Angkasa Pura I Klaim Rawat Runway Secara Intensif

PT Angkasa Pura I (Persero) mengklaim tetap menjaga fasilitas sisi udara pada 13 bandara yang dikelola guna menjamin layanan penerbangan terhadap pengguna jasa.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  10:49 WIB
Landas Pacu Juanda Pernah Retak, Angkasa Pura I Klaim Rawat Runway Secara Intensif
Calon penumpang mencetak tiket di samping layar informasi penerbangan di terminal keberangkatan domestik 1B Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (7/2/2019). Bandara tersebut ditutup sementara akibat rusaknya landasan pacu. - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA--PT Angkasa Pura I (Persero) mengklaim tetap menjaga fasilitas sisi udara pada 13 bandara yang dikelola guna menjamin layanan penerbangan terhadap pengguna jasa.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan mengatakan selalu menjaga fasilitas bandara dalam kondisi prima. Beberapa upayanya seperti melakukan penebalan landas pacu (overlay runway) secara berkala, pengecatan marka, dan memastikan kesiapan fasilitas kendaraan bandara seperti pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK).

"Terkait dengan perawatan, kami telah memiliki jadwal pemeriksaan berkala. Bahkan, untuk runway, taxiway, dan apron selalu dicek dua hingga empat kali sehari bervariasi untuk setiap bandara," katanya, Selasa (12/2/2019).

 Dia menambahkan untuk bandara tertentu seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan telah dipersiapkan skid resistance vehicle. Kendaraan tersebut memiliki kemampuan untuk mengecek kondisi permukaan runway agar tetap sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan.

Untuk meningkatkan keselamatan penerbangan AP I, lanjutnya, memiliki kendaraan khusus untuk pengusir burung di beberapa bandara. Keberadaan burung bisa menimbulkan ancaman keselamatan saat pesawat sedang berada di udara.

Dia menuturkan seluruh bandara yang dikelola telah memiliki Sertifikat Bandar Udara (SBU) valid yang sebelumnya sudah diverifikasi dan diuji oleh otoritas penerbangan. Prosedur yang dilalui untuk mendapatkan sertifikasi tersebut cukup sulit dan panjang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan meminta para pengelola bandara untuk secara intens melakukan perawatan fasilitas sisi udara guna mendukung keselamatan penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron perlu dilakukan perawatan berkala seiring dengan pergerakan pesawat di Indonesia yang terus bertambah.

"Dengan pemeliharaan yang baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, maka fasilitas sisi udara bisa dioperasikan secara optimal," kata Polana.

Polana juga mengapresiasi kinerja AP I selaku pengelola Bandara Juanda yang dengan sigap melakukan perbaikan runway yang retak pada 7 Februari 2019. Bandara tersebut dapat dioperasikan  kembali dalam waktu relatif singkat tanpa mengesampingkan aspek keselamatan penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkasa pura i

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top