Kemenpar Dorong ARKI Bidik Milenial

Kementerian Pariwisata meminta para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) menerapkan strategic alliance dan menjadikan milenial sebagai target pasar sehingga lebih banyak terjaring wisatawan mancanegara (wisman).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  20:23 WIB
Kemenpar Dorong ARKI Bidik Milenial
Wisatawan melintasi area Golden Spider atau Laba-Laba Emas di kawasan Taman WIsata Candi (TWC) Borobudur, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata meminta para pengelola taman rekreasi yang tergabung dalam Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) menerapkan strategic alliance dan menjadikan milenial sebagai target pasar sehingga lebih banyak terjaring wisatawan mancanegara (wisman).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan aalah satu cara ARKI untuk meningkatkan wisman yakni dengan menerapkan strategic alliance bersama para pemangku kepentingan pariwisata lainnya. 

Cara lain dengan memikirkan desain taman rekreasi keluarga yang menyasar target milenial. Untuk itu, taman rekreasi tersebut harus memenuhi kebutuhan milenial yaitu keinginan agar diakui. 

Pasalnya, milenial merupakan target pasar yang potensial san tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

"Hal ini dikarenakan 50% wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial, terutama wisman dari Asia. Karakter mereka senang mendatangi tempat yang beda dan belum pernah didatangi teman-temannya," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (13/2).

Menurutnya, bagi wisman daya tarik wisata man-made masih kurang bila dibandingkan wisata alam dan budaya Indonesia. 

"Wisata 'man-made' di Indonesia masih lemah untuk menjadi daya tarik wisman. Hanya 5% wisman yang memilih 'man-made' sebagai pilihan berwisata di Indonesia. Mayoritas wisatawan mancanegara memilih berkunjung ke Indonesia untuk melihat wisata alam maupun budaya," tutur Arief.

Prosentase sumbangan taman rekreasi dari 5% wisatawan mancanegara yang memilih man made juga masih sangat kecil. 

"Sumbangan dari taman rekreasi hanya 0,75% dari angka 5% tersebut," kata Arief.

Ketua DPP ArkibTaufik A. Wumu menuturkan walaupun belum menjadi primadona bagi wisatawan asing terapi pertumbuhan taman rekreasi "man-made" di Indonesia cukup besar.

"Pertumbuhan rekreasi 'man-made' mencapai 10-20% di Indonesia. Total kunjungan ke taman rekreasi 'man-made' di Indonesia mencapai 100 juta per tahun dan kontribusi tenaga kerja mencapai 50 ribu pertahun," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top