Kemendikbud Dorong Sertifikasi SMK

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah mendorong proses sertifikasi pendidikan vokasi di tahun ini.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  20:20 WIB
Kemendikbud Dorong Sertifikasi SMK
Ilustrasi pendidikan vokasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah mendorong proses sertifikasi pendidikan vokasi di tahun ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan jumlah LSP-P1 dari SMK agar peningkatan revitalisasi pendidikan vokasi dapat berjalan optimal. 

Berdasarkan data Direktorat Pembinaan SMK, saat ini terdapat 64 skema sertifikasi level 2 dan 3 yang digunakan oleh LSP-P1 SMK. Sejak tahun 2016, tercatat 184.816 siswa SMK telah memperoleh sertifikasi dari BNSP. 

"Itu semua untuk memfasilitasi anak-anak kita untuk memperoleh sertifikasi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/2/2019).

Sertifikasi menjadi sangat penting untuk mendorong tingkat kebekerjaan lulusan SMK. Hal tersebut terkait dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Sementara itu, Kunjung Masehat, Ketua Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan bahwa sebanyak 840 SMK telah menjadi LSP-P1. 

Sebanyak 125.482 sertifikasi dilakukan oleh SMK dan 489.906 dilakukan LSP Non-SMK. 

Saat ini terdapat 73.116 asesor. Namun, yang aktif teregistrasi di laman BSNP sebanyak 17.680 orang asesor dengan 109 master asesor. 

Ketua BNSP menyarankan agar master asesor dipilih juga dengan pertimbangan pembiayaan. 

"Misalnya SMK di Papua meminta master asesor, maka berikan master asesor dari Makasar untuk mempermudah mobilisasi," katanya.

Waras Kamdi, Guru Besar Universitas Negeri Malang, sekaligus Ketua Kelompok Kerja Revitalisasi SMK menyatakan pentingnya harmonisasi sistem sertifikasi BSNP dengan DUDI untuk pengakuan sertifikasi. 

Selain itu, juga harmonisasi sistem sertifikasi antara SMK, Sekolah Menengah Atas-Luar Biasa (SMA-LB), Paket C Vokasi, serta lembaga kursus dan pelatihan (LKP). 

"Kalau yang pertama kelembagaannya, yang kedua ini adalah sistemnya," ucapnya.

Lisensi untuk skema sesuai kompetensi keahlian pada 840 LSP-P1 SMK dan penambahan LSP-P1 SMK terlisensi baru oleh BSNP ditargetkan bisa selesai tahun ini.

"SMK terlisensi yang baru oleh BNSP. Sehingga totalnya bisa mencapai 1.200 LSP-P1," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smk

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top