Pemerintah Salurkan KUR Peternakan Rakyat Rp21,29 Miliar Secara Serentak

Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat sebesar Rp 21,29 miliar kepada 205 debitur secara serentak ke enam daerah.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  18:11 WIB
Pemerintah Salurkan KUR Peternakan Rakyat Rp21,29 Miliar Secara Serentak
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternakan rakyat sebesar Rp21,29 miliar kepada 205 debitur secara serentak ke enam daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan khusus pada Sabtu (10/2) sebesar Rp21,29 miliar kepada 205 debitur.

Lebih lanjut Iskandar memerinci daerah yang mendapatkan KUR sebagai berikut. Malang Rp1,7 miliar kepada15 debitur, Magelang Rp1,6 miliar kepada 12 debitur, Garut Rp12,98 miliar kepada 150 debitur. Lalu ada Lampung Tengah Rp1,9 miliar kepada 12 debitur, Sumba Timur Rp2,3 miliar kepada 13 debitur, terakhir Sinjai Rp725 juta kepada 3 debitur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menjelaskan bahwa KUR Peternakan Rakyat merupakan bagian KUR khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster. Peternak bekerjasama sebagai mitra usaha kepada penjamin pasar (off taker) maupun penjamin kredit (avalis). Utamanya program ini dialokasikan untuk peternakan sapi dan ternak perah.

"KUR peternakan dapat dimanfaatkan untuk untuk komoditas peternakan rakyat baik pembibitan dan budi daya sapi, domba dan kambing, ternak perah, babi serta integrasi pertanian dan perkebunan dengan peternakan," katanya, Sabtu (9/2).

Dia menambahkan penyaluran KUR peternakan rakyat per 9 Februari 2019 telah disalurkan kepada 69 peternak di Wonogiri dan Magelang sebesar Rp8,9 milyar dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan BUMP PT Pengayom Tani Sejagat.

Selain itu, Ketut menyampaikan realisasi KUR sub sektor peternakan terbilang baik. Pasalnya KUR Peternakan pada 2018 sudah mencatat Rp5,06 Triliun dengan jumlah debitur sebanyak 222.264 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi KUR Sektor Perikanan dan Sektor Konstruksi.

Dalam hal KUR Peternakan, Jawa Timur menjadi lokasi sentral sebab punya potensi yang tinggi di sektor peternakan. Data tahun 2018 menunjukkan jumlah sapi potong mencapai 4,6 juta ekor atau 30% dari populasi nasional. Sama halnya dengan sapi perah, sebanyak 278.000 ekor atau 51% dari populasi nasional.

Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan sangat perlu mengembangkan peternakan untuk bisa menekan jumlah impor daging dan sapi bakalan. Darmin menyebutkan, tercatat sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687.897 debitur dengan total plafon sebesar Rp14,4 triliun.

Darmin pun menjelaskan bahwa tujuan program KUR adalah untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja.

"KUR ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di pedesaan yang dikelola oleh rakyat, hal ini yang menunjukkan keberpihakan Pemerintah pada rakyat terutama UMKM. Pemerintah siap membantu rakyat untuk membuka pekerjaan sendiri, sehingga generasi muda pedesaan tidak perlu mengandalkan lapangan kerja dari pabrik atau mencari pekerjaan ke kota. Dengan KUR dapat berwirausaha, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan membangun desa," katanya.

Darmin, mengklaim skema KUR Peternakan dapat membantu para peternak dalam mengakses pembiayaan untuk membantu permodalan. KUR dengan plafon maksimal Rp500 juta, lanjutnya, diharapkan dapat membantu peningkatan skala usaha minimal 6 ekor per peternak.

"KUR peternakan rakyat merupakan perluasan jenis KUR yang dulu hanya dapat diakses oleh perseorangan saat ini dapat diakses oleh kelompok, baik yang sudah berbadan hukum maupun yang belum. KUR juga menyediakan fasilitas bayar setelah panen. Kalau ada bank yang tidak mau memberikan cicilan dibayar setelah panen, laporkan ke saya”, tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top