Kemenhub Gelar Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan

Kementerian Perhubungan akan menggelar kegiatan pengawasan simpatik dan kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan secara simpatik di 10 bandara pada Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X.
Rio Sandy Pradana | 09 Februari 2019 08:45 WIB
Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. - Bandara Silangit Antara/M. Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan akan menggelar kegiatan pengawasan simpatik dan kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan secara simpatik di 10 bandara pada Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan 10 wilayah yang akan menggelar pengawasan dan kampanye simpatik ini adalah Tangerang, Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar, Padang, Balikpapan, Manado, Manokwari, serta Merauke. Adapun, program ini ditujukan kepada calon penumpang pesawat udara di terminal penumpang bandara di wilayah otoritas bandara masing-masing.

"Tujuan kegiatan ini adalah guna meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan dan meningkatkan pengetahuan dan mengedukasi masyarakat," kata Hengki dalam siaran pers, Jumat (8/2/2019).

Dia menambahkan masyarakat memiliki peran yang penting dalam menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan. Namun, saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kedua aspek ini masih rendah.

Pihaknya mencontohkan dengan masih adanya laporan masyarakat yang bermain layang-layang dan sinar laser, serta tidak mematikan telepon genggam pada saat penerbangan. Oleh karena itu, regulator menyelenggarakan pengawasan dan kampanye simpatik untuk mengedukasi masyarakat.

Hengki menuturkan program yang bertema Penerbangan Indonesia Selamanya (Selamat, Aman, dan Nyaman) ini akan dilaksanakan mulai 10 Februari 2019 dengan didukung pemasangan atribut-atribut kampanye seperti spanduk, banner, brosur, video, dll. Diharapkan pemahaman masyarakat semakin baik dan dapat meminimalisir ancaman keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Harapannya, pemahaman masyarakat tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat penerbangan semakin baik dan dapat meminimalisir ancaman keselamatan dan keamanan penerbangan. Secara tidak langsung, hal ini akan memudahkan stakeholder penerbangan untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dan meminimalisir faktor resiko,” ujarnya.

Tag : kemenhub
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top