Garuda Indonesia Dorong Penyesuaian Bisnis Logistik

Garuda Indonesia mengklaim penaikan tarif kargo udara sebagai bentuk penyesuaian perubahan pasar jasa pengiriman yang saat ini telah menjadi berbasis e-commerce.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  06:38 WIB
Garuda Indonesia Dorong Penyesuaian Bisnis Logistik
Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia mengklaim penaikan tarif kargo udara sebagai bentuk penyesuaian perubahan pasar jasa pengiriman yang saat ini telah menjadi berbasis e-commerce.

Direktur Utama Garuda Indonesia Group IGN Askhara Danadiputra mengatakan sebelumnya begitu banyak middle business/broker yang membentuk harga pengiriman cargo, tetapi berubah menjadi pelanggan bisa yang memilih langsung jasa pengiriman sesuai dengan layanan yang dikehendaki.

"Ini dilakukan untuk menyelaraskan kembali bisnis logistik di Indonesia," kata pria yang akrab disapa Ari Askhara, Rabu (6/2/2019).

Ari menyebut penaikan harga juga dilakukan sejalan dengan biaya operasional penerbangan yang terus meningkat terutama dipengaruhi oleh biaya avtur dan sewa pesawat.

Usaha kargo adalah pendapatan terbesar kedua bagi maskapai setelah pemasukan dari penjualan tiket. Pihaknya menegaskan pasca penaikan, tarif kargo untuk rute domestik Garuda masih lebih murah dibandingkan tarif internasional.

 Misalnya, tarif kargo umum dari Bandara Seoul ke Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp17.029 per kg per jam penerbangan, sedangkan tarif sebaliknya lebih rendah 48% atau hanya Rp11.500 per kg per jam penerbangan.

Ari juga mencontohkan rute lain seperti pengiriman dari Bandara Hong Kong ke Bandara Soekarno-Hatta yang sebesar Rp13.328 per kg per jam penerbangan. Sementara, tarif sebaliknya lebih rendah 27% menjadi hanya Rp10.500 per kg per jam penerbangan.

Selain itu, imbuhnya, tarif dari Bandara Hongqiao Shanghai ke Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp13.642 per kg per jam penerbangan. Adapun, tarif sebaliknya hanya Rp9.400 per kg per jam penerbangan atau 45% lebih rendah.

 Mantan Dirut Pelindo III ini menyebut penyesuaian tarif kargo ini tidak serta merta diterapkan merata untuk seluruh komoditas. 

 "Kami memberikan harga lebih terjangkau untuk komoditas hasil laut tujuan internasional dari Timur Indonesia sesuai dengan visi dan misi pemerintah untuk peningkatan ekspor," ujar Ari.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, logistik

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top