Wakil Ketua KEIN: Industri Topang Pertumbuhan Ekonomi 2018

Sektor industri dinilai masih mampu menjadi penopang perekonomian nasional. Kinerja perekonomian Indonesia berdasarkan lapangan usaha menunjukan pencapaian yang baik sepanjang 2018.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 07 Februari 2019  |  13:10 WIB
Wakil Ketua KEIN: Industri Topang Pertumbuhan Ekonomi 2018
Arif Budimanta (kanan): Sektor industri mampu menjadi penopang perekonomian nasional. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor industri dinilai masih mampu menjadi penopang perekonomian nasional. Kinerja perekonomian Indonesia berdasarkan lapangan usaha menunjukan pencapaian yang baik sepanjang 2018.

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta menegaskan sektor industri masih mampu menjadi penopang perekonomian nasional dengan mencatatkan pertumbuhan 4,25% serta memberikan kontribusi sebesar 19,82% terhadap PDB 2018. “Sektor Industri berkinerja baik kendati masih perlu dioptimalkan,” kata Arif dalam keterangan tertulis, diterima Kamis (7/2/2019).

Hal itu disampaikan Arif Budimanta beberapa saat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018, Rabu (6/2/2019).

BPS mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018 tumbuh 5,17%. Sementara di kuartal IV-2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,18%. Angka tersebut lebih baik dari kuartal ketiga sebelumnya yang mencapai 5,17%.

Pertumbuhan sebesar 5,17% pada 2018 juga menjadi pencapaian tertinggi pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terakhir. Pada 2015, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,88% dan pada 2016 menjadi 5,03%. Pertumbuhan meningkat lagi di tahun 2017 menjadi 5,07%.

“Kita melihat pengelolaan ekonomi oleh Presiden Joko Widodo kian hari kian membaik di tengah tekanan ekonomi global yang sangat berat dan terus membesar,” ujar Arif.

Arif juga menyoroti sejumlah sektor industri yang tumbuh dua digit sepanjang 2018. Industri pengolahan tembakau naik 12,06%, industri tekstil dan pakaian jadi naik 10,82%, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berkembang 12,10%.

“Ketiga sektor industri ini menyerap tenaga kerja yang sangat besar dan banyak menggunakan bahan baku dalam negeri. Jadi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” ujar Arif.

Bahkan, lanjutnya, industri logam dasar mampu tumbuh 15,52% dan industri permesinan tumbuh 14,55%.

Arif menegaskan, nilai pertumbuhan yang terbilang besar itu akan efektif menunjang sektor industri lainnya seperti otomotif, konstruksi, dan pembangunan infrastruktur. “Ketika muncul data perdagangan otomotif naik 4,46%, kita boleh bersyukur karena komponen otomotif itu ditopang oleh industri logam dan mesin di dalam negeri," tambah Arif.

Arif meyakini sektor industri masih akan memberikan kinerja yang baik dan mampu menopang perekonomian Indonesia.

“Sektor konsumsi yang memberi kontribusi 58% terhadap PDB juga bisa lebih banyak menyerap hasil produk industri dalam negeri,” tegas Arif.

Masalahnya, tahun 2019 adalah tahun pemilu sehingga sejumlah pengusaha mungkin akan sedikit berjaga-jaga. Kondisi ekonomi global juga masih penuh ketidakpastian.

Kendati begitu, Arif menyebutkan, BPS juga mencatat bahwa nilai indeks tendensi bisnis (ITB) untuk tiga bulan ke depan masih sebesar 103,54.

“Indeks yang di atas nilai 100 mencerminkan keyakinan pebisnis bahwa kondisi akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Inilah momentum untuk optimalisasi sektor industri,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top