KLHK Targetkan Rehabilitasi Lahan Kritis Seluas 206.000 Hektare pada 2019

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan dapat merehabilitasi lahan kritis seluas 206.000 hektare di seluruh Indonesia tahun ini.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 Februari 2019 00:11 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) - ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan dapat merehabilitasi lahan kritis seluas 206.000 hektare di seluruh Indonesia tahun ini.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar menyampaikan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) sedang menyiapkan dengan serius Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian Rehabilitasi Hutan Lahan (RHL) pada 2019.

"Outcome yang diharapkan adalah dari segi lingkungan dapat menurukan tingkat erosi dan sedimentasi, mencegah banjir dan tanah longsor serta meningkatkan keanekaragaman hayati. Lainnya adalah dapat menyerap karbon dan mengurangi pencemaran," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, beberapa waktu lalu.

Siti menambahkan kawasan DAS merupakan bentang alam dengan segala fungsi dan kebijakan yang ada di dalamnya harus dikelola bersama pemangku kepentingan.

Menurutnya orientasi kebijakan DAS adalah untuk menyelamatkan danau, waduk, pemukiman serta obyek wisata alam.

Kemudian memberikan perluasan kesempatan kerja, mendorong dan antisipasi industri kayu rakyat, juga memberikan manfaat ekonomi rakyat di masa depan.

Berdasarkan orientasi kebijakan tersebut, Dia berharap agar kegiatan RHL tahun ini tidak hanya selesai pada penanaman, tetapi dipikirkan juga secara keseluruhan.

"Persoalan DAS bukan hanya tanam pohon, jangan terlalu sempit melihatnya," ujarnya.

Dia juga kembali mengingatkan tentang perintah Presiden Joko Widodo adalah perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mengatasi persoalan di sekitarnya.

Jokowi meminta harus ada langkah besar yang harus dilakukan dalam upaya ini. Langkah tersebut di antaranya adalah merehabilitasi lahan kritis, melakukan penyelamatan sumber daya alam, mengurangi dengan cepat tanah longsor dan banjir serta memberikan perluasan kesempatan kerja.

Oleh karena itu dia meminta agar para jajaran PDASHL baik yang berada di pusat maupun di daerah harus melakukan langkah-langkah baru atau corrective action dalam penanganan DAS.

"Saya mau titip, apa yang disampaikan Bapak Presiden ini penting bagi masyarakat untuk menerima manfaat. Perhatikan tujuannya, bukan hanya menanam," tandasnya.

Tag : klhk
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top