Jumlah Penumpang Pesawat Tak Capai Terget, Ini Analisis Kemenhub

Kementerian Perhubungan melaporkan jumlah penumpang penerbangan komersial selama Januari hingga November 2018 hanya sebesar 126 juta orang, atau masih jauh dari target akhir tahun yakni sejumlah 142 juta orang.
Rio Sandy Pradana | 05 Februari 2019 21:14 WIB
Calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Kamis (24/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perhubungan melaporkan jumlah penumpang penerbangan komersial selama Januari hingga November 2018 hanya sebesar 126 juta orang, atau masih jauh dari target akhir tahun yakni sejumlah 142 juta orang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan terjadi perlambatan pertumbuhan jumlah penumpang penerbangan domestik dan internasional pada tahun lalu, sementara realisasi pada 2017 bisa mencapai hingga 128 juta orang dengan pertumbuhan hingga 9,93%.

"Analisa sementara kami, penurunan ini disebabkan moda transportasi darat di Pulau Jawa yang semakin membaik," kata Polana, akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, rata-rata pertumbuhan jumlah penumpang dari 2014 hingga 2018 selalu mengalami penaikan dengan persentase hingga 9,2%. Pertumbuhan jumlah penumpang yang tertinggi terjadi pada 2016, yakni dengan angka 14,73%.

Berdasarkan Buku Rencana Strategis (Renstra), Ditjen Perhubungan Udara menargetkan jumlah penumpang pesawat rute domestik dan internasional bisa mencapai 142 juta orang pada tahun lalu dan melonjak hingga 162 juta pada tahun ini.

Di sisi lain, realisasi ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP) maskapai berjadwal dalam negeri pada periode Januari--November 2018 hanya 78,53% dari target akhir tahun mencapai 87%. Adapun, target OTP pada tahun ini diharapkan bisa mencapai 88%.

Sementara itu, rata-rata OTP pada 2015 hingga 2017 mencapai skor 80,43%. Dalam periode yang sama, capaian OTP tertinggi adalah sebesar 82,67% yang terjadi pada 2016.

Tag : angkutan udara
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top