Sepanjang 2015–2018, PUPR Bangun 1.070 unit Rumah Khusus di Sulbar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun 1.070 unit rumah khusus di Provinsi Sulawesi Barat pada periode 2015 -2018.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Februari 2019  |  18:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah membangun 1.070 unit rumah khusus di Provinsi Sulawesi Barat pada periode 2015 -2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR akan terus meningkatkan upaya penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya dengan membangun rumah khusus atau rusus.

“Rumah khusus adalah program Kementerian PUPR yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan khusus, seperti nelayan,  pemukiman kembali korban bencana/pengungsi, guru, tenaga medis, TNI/Polri dan petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil,” ujar Basuki seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (2/2/2019).

Pembangunan 1.070 unit rusus tersebut dilakukan di 5 kabupaten berbeda yakni di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewalimandar, dan Majene. 

Pada 2015, Kementerian PUPR telah  membangun sebanyak 605 unit rusus tipe 36 yang diperuntukkan untuk nelayan  dan suku anak dalam. Semua rusus tersebut dibangun di 11 lokasi yang berbeda dengan total anggaran Rp86,68 miliar. 

Kemudian, pada 2016 PUPR membangun sebanyak 205 unit rusus nelayan tipe 36 yang tersebar di empat lokasi berbeda dengan total anggaran Rp26,61 miliar, sedangkan pada 2017 dan 2018 pembangunan rusus dilakukan di enam lokasi sebanyak total 260 unit dengan total anggaran Rp30,17 miliar. 

Salah satu rusus yang dibangun di Desa Kire, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan 50 unit rusus yang dibangun dan rampung pada tahun 2015. Rusus yang diperuntukkan bagi nelayan tersebut kini telah sepenuhnya dihuni oleh masyarakat di kawasan tersebut. 

Adapun, rusus yang dibangun pun sudah dilengkapi meubelair dan prasarana sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan, drainase, listrik dan air. Kondisi tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan penghuni. Selain itu, rusus yang dibangun Kementerian PUPR pada umumnya merupakan rumah tipe 28 atau 36.

Sementara itu, secara nasional pembangunan rusus oleh Kementerian PUPR pada periode 2015-2018 sebanyak 22.358 unit. Kementerian PUPR menargetkan akan  membangun rusus sebanyak 3.230 unit pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top