KAI: Proyek LRT Jabodebek sudah Lalui Proses Audit

PT Kereta Api Indonesia (Persero), selaku operator dan investor dalam pembangunan kereta ringan (light rail train/LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), menilai nilai investasi proyek sudah melalui proses audit.
Rio Sandy Pradana | 11 Januari 2019 17:46 WIB
Kereta api ringan atau light rail transit (LRT) memasuki Stasiun Velodrome Rawamangun saat uji coba operasi terbatas LRT, di Jakarta, Senin (10/9/2018). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (Persero), selaku operator dan investor dalam pembangunan kereta ringan (light rail train/LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), menilai nilai investasi proyek sudah melalui proses audit.

"Kontrak pembangunan disepakati antara Kementerian Perhubungan dengan PT Adhi Karya. Artinya kalau sudah melewati proses audit dari BPKP, berarti sudah sesuai dengan ketentuan," kata VP Public Relation KAI Agus Komarudin, Jumat (11/1/2019).

Dia mengaku akan tetap menjalankan kontrak yang sudah disepakati. Akan tetapi, KAI akan tetap mengikuti apabila pemerintah menghendaki ada suatu perubahan dalam nilai investasi proyek tersebut.

Pemerintah menunjuk KAI dan Adhi Karya sebagai pemegang proyek percepatan LRT Jabodebek. Dalam pembangunan ini, KAI membayar ke Adhi Karya setiap tiga bulan sekali sesuai progres pengerjaan LRT Jabodebek.

Amanah tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2015 beserta perubahannya yang intinya untuk menyelenggarakan prasana dan sarana LRT Jabodebek, meliputi pekerjaan pembangunan, pengoperasian dan perawatan.

ADHI memulai pembangunan proyek, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp22,8 triliun (sudah termasuk pajak), pada September 2015. Pembangunan dimulai dan diresmikan dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo, di Taman Mini Indonesia Indah.

Hingga Desember 2018, capaian pembangunan LRT Jabodebek Tahap I sebesar 54,4%. Kendati sempat terhambat karena pemberhentian sementara oleh Menteri Perhubungan, pengaturan window time yang kini telah diterapkan oleh Jasa Marga dan BPJT diharapkan dapat meminimalisir keterlambatan target pengerjaan proyek.

Tag : lrt jabodebek
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top